Suasana sharing dan motivasi saat apel Dansat Kodam IX/Udayana. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Para pemimpin di manapun bertugas harus jadi teladan dan mau berkorban. Dengan begitu semua orang yang dipimpinnya akan respek dan dengan sukarela melaksanakan perintahnya.

Demikian kesimpulan yang disampaikan Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana dan pemilik toko oleh-oleh Krisna Bali Gusti “Ajik Cok” Ngurah Anom pada Apel Komandan Satuan (Dansat) Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan di Gedung Klapa Beach Club Klapa Resort Jalan Raya Uluwatu Pecatu Indah Resort, New Kuta Beach, Kuta, Selatan Bali, Rabu (5/8).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara sengaja mengundang mereka berdua untuk memberikan pencerahan pada acara tersebut. Pesertanya level Komandan mulai dari Danramil, Dandim, Danbrig, Danrem, dan Pangdam. Mereka bertugas di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acaranya berlangsung selama tiga hari, Senin sampai Rabu. Diisi berbagai kegiatan termasuk perlombaan yang diikuti banyak prajurit.

Baca juga:  Bangkitkan Pariwisata Bali, Ini Harapan Pangdam

Dalam acara yang bertemakan “Inspirasi Sukses Bisnis Ajik Cok dan Kekuatan Komunikasinya untuk Kesehjateraan Masyarakat” itu pembicara pertama adalah Ajik Cok. Pemilik 32 toko Krisna tersebut menyampaikan kisah hidupnya.

Jika dilihat kesuksesannya saat ini, tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa dulu hidupnya susah dan orang tuanya miskin. Ajik Cok yang berasal dari Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya menuju Denpasar untuk mengubah kehidupannya.

Meski di Ibukota Bali itu tidak ada yang dituju, namun dia yakin hidupnya bakal lebih baik. Keyakinan ditambah dengan kejujuran dan kerja keras yang merupakan modal utama hidupnya sehingga Ajik Cok sukses.

“Saya sering mengerjakan sendiri pekerjaan. Tidak minta bantuan anak buah meski itu bisa saja saya lakukan. Semua itu untuk menunjukkan keteladanan kepada mereka,” tegas bapak empat anak ini.

Hal itu dilakukan Ajik Cok baik di rumah maupun di perusahaannya. Konsisten sejak masih miskin hingga sekarang ini.

Baca juga:  Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurahman Dituntut Hukuman Mati

Istrinya Ketut Mastrining yang dinikahinya pada 1991 juga sama dengan Ajik Cok. Meski sudah sukses tetap masih rajin menjahit termasuk membuat masker selama Covid-19 untuk dijual. Semua hasil penjualannya buat kegiatan sosial.

Hal unik pada istrinya setiap hari memasak tidak hanya buat keluarga termasuk anak-anaknya: Gusti Ngurah Berlin Bramantara, Gusti Ayu Diah Chandra Dewi, Gusti Ngurah Anom Krisna Putra, dan Gusti Ngurah Rama Ksatria Putra, tetapi juga untuk dimakan keempat pembantunya.

“Jadi kami sekeluarga dan empat pembantu di rumah selalu memakan masakan istri saya. Selesai masak baru menjahit masker hingga malam,” ujar Ajik Cok.

Selama pandemi COVID-19, Ajik Cok telah menjual empat mobil mewahnya yang uangnya dipakai membeli sembako buat sekitar 2.500 karyawannya.

Komunikasi Berperan Penting

Baca juga:  Pemerintah Fokus Cari Korban

Sementara Dr Aqua saat sharing Komunikasi dan Motivasi mengatakan banyak pelajaran berharga dari perjalanan hidup Ajik Cok. Semuanya menunjukkan bahwa komunikasi memegang peranan penting untuk keberhasilan tersebut.

“Jadi kalau mau sukses dalam menjalani hidup ini perbaiki dan tingkatkanlah kemampuan komunikasi. Para pemimpin mutlak komunikasinya harus bagus sehingga pesan-pesan yang disampaikan mencapai sasaran dan ada umpan baliknya,” jelas Dr Aqua.

Selain komunikasi menurut bapak dua anak ini, keyakinan dan integritas yang dilakukan secara konsisten sangat dibutuhkan. Ajik Cok sudah membuktikan itu. Dia sukses karena selalu mengutamakan kejujuran.

“Nilai-nilai itu bisa dilaksanakan oleh setiap orang. Asal ada kesungguhan dan keseriusan serta keyakinan yang kuat akan sukses melakukannya,” pungkas Dr Aqua.

Presentasi doktor lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung itu menarik. Selain interaktif, juga menayangkan beberapa video yang sangat menyentuh hati dan memotivasi. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.