Salah satu gamers perempuan yang berlaga dalam charity game yang bertujuan mengumpulkan donasi untuk pekerja terdampak COVID-19. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dunia game kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di Bali, banyak gamers yang telah menjadikan permainan ini sebagai mata pencaharian.

Contohnya gamers yang tergabung dalam Bali Mobile LAgends Comunity atau LAzone Bali. Mereka sudah bisa mendapatkan gaji tetap setiap bulannya.

Jumlahnya ada yang lebih besar dibanding Upah Minimum Kabupaten (UMK). Dwi Mentari Putri yang tergabung dalam Komunitas Bali Mobile LAgends Community bercerita bagaimana ia mendapatkan gaji tetap setiap bulannya selama bertahun-tahun.

Nilainya, juga tak main-main, lebih besar dibanding UMK Denpasar Rp 2,8 juta. “Waktu dikontrak sama game.ly (platform live streaming untuk game) dua tahun, gaji saya Rp 5 juta sampai Rp 9 juta sebulan. Ada peningkatan sejak kontrak awal,” ungkap Dwi yang punya nama game aeydmp di Denpasar.

Bagi seorang gamers profesional, pendapatannya bisa berlipat. Selain gaji pokok dari tim yang mengontraknya, mereka juga akan mendapatkan penghasilan dari gift atau tips yang diberikan pengunjung yang menyaksikan langsung siaran yang dibawakan.

Baca juga:  Sepekan Digelar, Ini Jumlah Pelanggar yang Ditindak dalam Operasi Zebra

Jika pamornya sudah naik, pendapatan dari iklan juga bisa diraih. “Biasanya saat saya live streaming main Mobile Legends, ada penonton yang memberikan gift. Nilainya lumayanlah,” imbuhnya.

Sejalan dengan kemampuannya yang terus terasah, Dwi kini mendapatkan kesempatan trial di platform penyedia saluran video game, yakni Nimo TV.  Jika lolos maka dia bisa masuk di Nimo TV.

“Sekarang sedang persiapan, modelnya nanti ketika saya live streaming akan dilihat berapa orang yang tetap stay selama main. Jadi misalnya kalau watching per hour minimal 200 viewer selama tiga hari berturut-turut, maka kita bisa lolos trial,” ungkapnya.

Soal berapa gaji yang akan diterima jika dikontrak, dia menyebut jika gaji yang akan didapat dengan nominal dolar. “Paling rendah 150 dolar dan paling tinggi adalah 25 ribu dolar per bulan,” bebernya.

Baca juga:  GATF Sumbang 25 Persen Penjualan Garuda

Namun, lanjut Dwi, tidak mudah untuk bisa bergaji sampai puluhan ribu dolar per bulan. Dari pengamatannya selama ini angka yang cukup memungkinkan adalah sekitar 1.500 dolar sebagai gaji pokok per bulan.

Jika dirupiahkan dengan kurs dolar akhir pekan ini adalah Rp 14.400, maka sebulan bisa dapat Rp 21,6 juta. “Angka segitu kalau saya lihat masih mungkin dengan 100 jam bermain game sebulan,” urai perempuan yang tiga bulan lalu jadi caster atau komentator di kompetisi Kill the LAst Competition Mobile LAgends yang digelar LAzone Bali.

Charity Tamara atau biasa dipanggil Tamtam juga mendapatkan gaji lumayan dari kontrak dengan perusahaan telekomunikasi nasional. Dia tidak mengatakan detail angkanya, namun dia memberikan angka terendah yang bisa didapat. “Ya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta lah gaji (pokok),” terangnya.

Baca juga:  Ratusan Nasabah LPD Tanggahan Peken Datangi Kejari

Hal itu tentunya bisa tambah gemuk lagi ditambah gift dan kegiatan yang masih berkaitan dengan dunia game seperti menjadi caster. Tamtam sudah lama dikontrak resmi oleh perusahaan dengan platform game maupun perusahaan telekomunikasi.

Dia pernah dikontrak game.ly 2017-2018 sebagai official live streaming, kemudian facebook gaming 2019 hingga 2020, kemudian Telkomsel sebagai official caster tahun 2020. “Jadi memag harus serius kalau mau menekuni ini, apalagi sekarang di Bali juga sudah ada akademi caster,” ungkap perempuan yang juga tergabung dalam Bali Mobile LAgends Community.

Bali Mobile LAgends Comunity adalah bagian dari LAzone Bali. Komunitas ini punya segmen atau turunan genre setiap game.

Misalnya untuk Mobile Legends punya komunitas Bali Mobile LAgends Comunity. Pun demikiam PUBG dan genre game lainnya juga diwadahi khusus agar makin berkembang. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.