Petugas dari Satgas melakukan rapid test. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 152 warga di Desa Abuan, Susut dilakukan rapid test, Selasa (23/6). Hal ini, menyusul adanya 14 orang warga setempat yang tinggal dalam satu pekarangan terinfeksi positif COVID-19.

Selain di Abuan, tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangli juga melakukan rapid test terhadap beberapa pedagang di Pasar Kidul, Bangli dan keluarga PMI di Desa Sekardadi, Kintamani.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi menjelaskan, rapid test dilaksanakan terhadap 152 warga Abuan tersebut karena sebelumnya mereka sempat kontak erat dengan 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (22/6). Dari 152 orang yang ikut pengetesan, 8 diantaranya hasilnya reaktif.

Saat ini mereka di karantina mandiri di rumahnya. Kedelapan orang tersebut direncanakan menjalani tes swab pada Rabu (23/6). “Mudah-mudahan hasil swabnya tidak ada yang positif,” kata Nadi.

Lebih lanjut disampaikan, pihaknya juga melaksanakan rapid test terhadap enam orang pedagang di Pasar Kidul, Bangli. Keenam pedagang tersebut di rapid test karena mereka diketahui sempat kontak erat dengan salah satu dari 14 warga Abuan yang terkonfirmasi positif.

“Jadi salah satu dari 14 yang positif itu sempat jualan di Pasar Kidul. Sehingga kita langsung ambil langkah cepat. Beberapa pedagang yang terdekatnya kita rapid test,” ujarnya.

Seluruh hasil rapid test pedagang tersebut menunjukan non reaktif. Nadi mengaku, pihaknya telah meminta Kepala Pasar dan Kadisperindag Bangli untuk melakukan langkah antisipasi dengan penyemprotan disinfektan secara rutin. Minimal selama 7 hari di areal pasar.

Sedangkan di Desa Sekardadi, Kintamani, tim melakukan rapid test terhadap enam orang keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) yang positif COVID-19. Kata pejabat asal Karangasem itu, pelaksanaan rapid test dipantau langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. “Hasilnya semuanya non reaktif,” ujarnya.

Pasca menjalani rapid test, keenam orang anggota keluarga PMI itu kini dikarantina mandiri selama 14 hari. Sesuai SOP di hari ke-10 mereka akan dirapid test kembali.

Nadi mengatakan dalam kesempatan itu, Bupati Made Gianyar secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada keenam keluarga PMI itu untuk kebutuhan selama menjalani karantina mandiri. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.