Presiden AS, Donald Trump. (BP/Dokumen)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Presiden Donald Trump memperingatkan warga Amerika Serikat (AS) untuk bersiap menghadapi minggu yang terberat seiring bertambahnya kematian akibat COVID-19 pada Sabtu (4/4) waktu setempat. Pada Sabtu, jumlah total kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia melampaui 60 ribu kasus.

Sementara itu, dikutip dari AFP, Minggu (5/4), jumlah terkonfirmasi di AS saja telah melebihi 300 ribu kasus dengan jumlah kematian mencapai 8.300 orang.

Baca juga:  Ini, Pengakuan Pedagang Tuak Pascapelanggannya Meninggal dan Dirawat Intensif

Eropa masih mendominasi kasus kematian akibat pandemi ini. Hampir sekitar 45 ribu kasus kematian terjadi di benua tersebut. Inggris bahkan melaporkan kasus kematian harian tertinggi pada Sabtu.

Dilihat dari jumlah terinfeksi di seluruh dunia, kini sudah mencapai 1,17 juta pasien. Dengan jumlah kasus kematian terkonfirmasi mencapai 63.437 orang sejak virus ini pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir tahun lalu.

Baca juga:  Karena Alasan Ini, Pasangan Usia Subur Diminta Tunda Dulu Kehamilan

Miliaran orang hidup dalam karantina wilayah. Secara kasar setengah dari populasi bumi ini dipaksa berdiam diri di rumah. Sekolah dan bisnis ditutup, yang berpengaruh luar biasa bagi perekonomian global.

Trump, berbicara saat menggelar briefing di Gedung Putih, mengatakan bahwa AS menghadapi masa yang akan memburuk dengan angka-angka paling buruk. “Ini akan menjadi minggu terberat. Akan ada banyak kematian,” sebutnya.

Trump juga menyebutkan bahwa AS tidak bisa ditutup selamanya. “Mitigasi memang bekerja, namun sekali lagi kita tidak akan menghancurkan negara kita,” ujarnya.

Baca juga:  Bali Masih Bertambah Tiga Ratusan Kasus COVID-19, Dominasinya Ada di 3 Wilayah

Ia mengatakan dalam titik tertentu, kebijakan berat harus dibuat. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN