Suasana penyeberangan di Nusa Penida. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Nusa Penida sejak Februari sudah menunjukkan penurunan. Bahkan pada Maret ini, jumlahnya melorot drastis dikarenakan wabah COVID-19.

Data dari Dinas Pariwisata Klungkung menyebutkan kunjungan ke Nusa Penida yang dipantau dari delapan Pos Lokasi Pemungutan Retribusi, per 15 Maret, menunjukkan hanya 470 orang. Data per 1 Maret juga kecil, hanya 615 orang. Artinya, kunjungan wisman terus menunjukkan tren penurunan.

Padahal, bila dibandingkan data kunjungan sebelum COVID-19 mewabah, pada Januari 2020, total ada kunjungan wisman sebanyak 56.425 orang atau rata-rata sekitar 1.800 an orang per hari. Nilai pendapatan sebesar Rp 1.385.545.000.

Baca juga:  Pantai Teluk Gilimanuk Dipenuhi Sampah Kiriman

Penurunan mulai sangat terlihat setelah memasuki Februari menjadi 22.031 orang, dengan jumlah pendapatan juga anjlok menjadi Rp 549.415.00. Saat ini, dikatakan tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah daerah dalam hal promosi pariwisata.

Karena semua pihak kini sedang fokus dalam upaya pencegahan, untuk mempersempit ruang gerak wabah COVID-19. Apalagi, banyak kegiatan dihentikan selama 14 hari ke depan.

Kabar adanya wisatawan mancanegera (wisman) eksodus ke Bali dari Gili Trawangan, disebutnya sudah didengar. Namun, sejauh ini belum ada peningkatan signifikan terhadap kunjungan di Nusa Penida.

Baca juga:  Bangun Industri Pariwisata, Kulon Progo Terapkan Jurus Sakti Arief Yahya

Meski demikian, menyikapi eksodus wisman dari Gili Trawangan ini, Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Suapatni, sebagai Sekretaris Satgas Penanggulangan COVID-19 di Klungkung, Selasa (17/3) mengatakan bahwa setiap kedatangan wisman ke Nusa Penida, sudah dilakukan screening sebagai langkah awal pencegahan. Sejauh ini, cara ini berjalan cukup efektif.

Dia belum memutuskan, apakah akan melakukan pengetatan proses screening dengan penambahan petugas. Sebab, lonjakan kunjungan wisman juga belum terlihat. “Saya belum dapat infonya. Kalau nanti ada lonjakan kunjungan, pasti Dinas Pariwisata akan berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan. Kalau memang ada peningkatan kunjungan, nanti petugas screeningnya diatur, bukan ditambah,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN