Bahan baku jamu tradisional kini banyak dicari karena dipercaya bisa menangkal beragam virus, termasuk Corona. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Bahan baku jamu kini menjadi sasaran masyarakat untuk dikonsumsi. Sebab, sejumlah bahan baku jamu dipercaya bisa menangkal beragam virus, termasuk Corona.

Akibatnya, harga bahan baku jamu tradisional pun meroket. Seperti yang terjadi di Bangli.

Seorang produsen jamu tradisional kemasan di Bangli, I Wayan Widana mengungkapkan kenaikan harga temu-temuan tersebut dirasakan mulai terjadi sejak hampir sebulan terakhir. Dua bahan jamu yang naik adalah jahe dan Kencur.

Baca juga:  Terus Ditambah, Nakes untuk Tangani Pasien COVID-19

Ia mengutarakan kencur mengalami kenaikan dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 105 ribu per kilogram. Jahe juga naik dari harga normal dari Rp 22 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram. Sementara jahe merah naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 67 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, kenaikan harga juga terjadi pada temulawak, dari Rp 6 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Widana mengatakan, aneka bahan baku jamu tersebut selama ini didapatkannya dari petani lokal binaannya.

Baca juga:  Kasus Transmisi Lokal Bertambah di Kota Denpasar, Ini Kelurahan Alami Tambahan Warga Positif COVID-19

Ada juga yang didatangkan dari luar Bali. “Karena sempat di Metra waktu ini temulawaknya gagal panen sehingga saya ordernya ke Malang,” ujarnya, Minggu (8/3).

Naiknya harga bahan baku jamu tersebut, menurutnya terjadi akibat dampak mewabahnya virus Corona di beberapa negara. Di Indonesia banyak masyarakat yang mempercayai jamu tradisional ampuh sebagai penangkal virus termasuk Corona. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN