Mangku Budiasa. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Merebaknya wabah babi mati mendadak di sejumlah wilayah di Buleleng membutuhkan dukungan tenaga dokter hewan memadai. Penambahan jumlah dokter hewan dinilai anggota DPRD Buleleng sebagai kebutuhan sehingga peternak bisa memperoleh penanganan dan pendampingan.

Untuk itu, Komisi II mendesak agar Dinas Pertanian Buleleng merekrut dokter hewan dengan sistem kontrak. Desakan itu diutarakan Ketua Komisi II, Putu Mangku Budiasa. “Dari keterangam yang kita peroleh masih ada wilayah yang tidak ada dokter hewannya karena pensiun,” sebutnya.

Baca juga:  Transmisi Lokal Dominasi 76 Persen Kasus COVID-19 di Denpasar, Warga dari Desa Ini Terbanyak

Padahal dokter hewan sangat dibutuhkan di tengah situasi saat ini, yakni merebaknya kasus penularan penyakit secara massal bahkan menyebabkan kematian.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta, Minggu (8/3) tidak menampiknya. Ia mengatakan masih kekurangan dokter hewan.

Idealnya satu kecamatan ada 2 dokter hewan. Namun saat ini masih 1 dokter per kecamatan. Bahkan ada 1 kecamatan yakni Gerokgak tidak ada dokter hewan karena petugas lama sudah pensiun.

Baca juga:  Buleleng Surplus Babi Potong

Ia mengungkapkan hal yang sama juga terjadi untuk tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Harusnya 1 orang ditugaskan di setiap desa. Namun saat ini Distan hanya memiliki 126 PPL, sementara jumlah desa mencapai 148 desa. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN