Kakak ipar Janu, Sudarma. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tenaga kerja (naker) asal Bali, tepatnya Klungkung, ternyata ada yang dikarantina di Kapal “Diamond Princess” yang kini berlabuh di Yokohama, Jepang. Salah satunya, I Ketut Janu Artika (27).

Meski sudah dinyatakan negatif Corona pascadikarantina 14 hari, Janu belum juga pulang. Akibatnya keluarganya di Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, cemas menanti kabar Janu yang masih tertahan di dalam kapal pesiar itu.

Pihak keluarga berharap proses pemulangan Janu jelas, agar Janu segera bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Kakak ipar Janu Artika, Nengah Sudarma saat ditemui di rumahnya, Senin (24/2) siang, mengaku selalu mengikuti perkembangan informasi soal virus corona ini.

Setelah terdengar kabar bahwa virus ini mulai menyerang ke kapal pesiar, dia mulai waswas. Apalagi, setelah mendengar kabar bahwa ada beberapa penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang sudah positif terpapar virus corona.

Beruntung, setelah berusaha menghubungi Janu Artika, dia memperoleh informasi kalau Janu masih selamat dari ancaman virus corona. “Saat ini kami hanya bisa berdoa untuk keselamatan ketut. Semoga dia segera bisa pulang,” kata Sudarma.

Meski belum terpapar virus corona, Sudarma bersama bersama kedua orang tua Janu Artika, Nyoman Suardana dan Ni Wayan Mastini, tetap saja merasa cemas. Sebab, dalam satu kapal seperti itu sangat rentan Janu ikut terpapar virus corona.

Ia berharap Janu tetap baik-baik saja, pada di kapal tersebut, sebelum jadwal karantina dari pemerintah pusat jelas dan jadwal pemulangannya ke Bali juga jelas.

Janu Artika merupakan anak ke empat dari pasangan Nengah Suardana dan Ni Wayan Mastini. Sebelum direspons keluarganya, dia secara pribadi dalam akun facebooknya sempat mengunggah sebuah foto yang bertuliskan harapan agar Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Jepang bisa segera memulangkan WNI kru Kapal Diamond Princess secepatnya.

Ada sebanyak 78 WNI di dalam Kapal Diamond Princess. Sedangkan, sebanyak 74 orang dinyatakan sehat dan empat orang terkena virus COVID-19 dan telah dirawat di rumah sakit di Jepang dengan standar protokol Badan PBB untuk Kesehatan Dunia. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN