Siswa sedang mengetik aksara Bali. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengembangkan aksara Bali di era teknologi seperti saat ini tidak hanya lewat daun lontar. Tidak juga hanya dengan menulis di secarik kertas.

Namun, aksara Bali sudah diubah digital menggunakan komputer. Upaya mengenalkan aksara Bali di komputer ini pun dilaksanakan serangkaian Bulan Bahasa Bali Tahun 2020 lewat Wimbakara (lomba) mengetik aksara Bali di komputer yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (22/2).

Baca juga:  Keterampilan Menulis Aksara Bali Perlu Diasah dengan Latihan Berkelanjutan

Salah satu juri, I Made Sudiana, mengatakan lomba mengetik aksara Bali di komputer ini secara tidak langsung mengajak siswa SMP untuk mengenal aksara Bali. Diharapkan, melalui komputer ini bisa menumbuhkan inovasi dalam mengembangkan atau memanfaatkan aksara Bali menjadi sesuatu yang lebih kreatif. “Kami berharap mereka bisa terpancing lebih jauh mendalami bahasa, aksara, dan sastra Bali,” ujarnya.

Dari pengamatannya, masih ada peserta yang belum memahami teknik mengetik aksara Bali di komputer, meskipun sebenarnya sudah ada penjelasan cara penggunaan. Selain itu, peserta juga harus paham tentang uger-uger (tata cara) peletakan aksara dalam sebuah kalimat. “Beberapa bagian perlu diedit. Peserta harus tahu juga tentang uger-uger penulisan aksara Bali. Harus dikuasai,” ungkap pria yang kesehariannya bekerja di Balai Bahasa Bali ini.

Baca juga:  DPMD Tabanan Rancang Anggaran Rp 3,2 Miliar untuk Pilkel 2027

Program Bali Simbar, yakni digitalisasi aksara Bali ke dalam komputer sudah dikenalkan sejak 1996 oleh penemunya, I Made Suatjana. Program ini terus mengalami perkembangan.

Seiring waktu, ada juga yang mengembangkan program serupa. “Saya rasa perkembangan ini memberi ruang kepada anak-anak untuk kreatif. Karena font aksara Bali sekarang tidak hanya Bali Simbar, tetapi juga font-font yang lain yang dibuat oleh anak muda kreatif di Bali,” tambahnya. (Winatha/balipost)

Baca juga:  Hingga 17 Maret, WNA Masuk ke Bali Capai 160 Ribu Orang
BAGIKAN