Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat memaparkan tentang strategi pariwisata dalam menghadapi tantangan, salah satunya wabah virus Corona. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketika wabah Corona meluas, industri pariwisata kaget. Untungnya Indonesia memiliki strategi MICE (Meeting, Incentive, Convention,  Exhibiton). Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.

“Sebenarnya kita bersimpati dengan apa yang terjadi di Tiongkok, tapi kita juga perlu selamatkan industri pariwisata kita,” sebutnya di Denpasar, Kamis (13/2).

Merebaknya virus Corona membuat Indonesia kehilangan 2 juta wisatawan dari Tiongkok. Padahal mereka mengeluarkan uang USD 1.400 atau menghasilkan devisa USD 2,8 miliar. Belum lagi hubungan lain seperti dengan Hongkong dan Singapura juga berdampak.

Menurut Wishnutama, secara psikologi minat orang traveling pada saat situasi seperti ini akan berkurang apalagi family traveler. Beruntung Indonesia mempunyai strategi yaitu meningkatkan MICE untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang sangat banyak dan secara devisa atau kualitas sangat sesuai.

“Kami merancang kebijakan–kebijakan yang tepat untuk menghadapi wabah virus Corona. Saya akan bekerja sama dengan Menteri Keuangan, Perhubungan, BUMN sehingga kebijakan untuk menghadapi virus ini lebih komprehensif, tidak separuh-separuh, sehingga bisa menyelamatkan bahkan meningkatkan industri pariwisata ke depan,” paparnya.

Saat ini pihaknya masih dalam tahap mendengar masukan–masukan dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan lintas kementerian. “Seperti kemarin kita kumpul dengan 33 airlines, kita dengar dulu apa masalahnya. Dengan industri pariwisata apa masalahnya, apa yang bisa kita bantu,” beber Menparekraf.

Strategi jangka pendek, lanjutnya, tetap promosi dan menargetkan wisatawan baru serta menambah frekuensi di tempat–tempat yang slotnya kosong. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN