AMLAPURA, BALIPOST.com – Dua Bale Pesantian dan Pesandekan di Pura Penataran Agung Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Sabtu (4/1), roboh. Akibat peristiwa itu, kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dua bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh kini hancur. Penyangga bangunan semuanya patah karena tidak kuat menahan beban diatasnya setelah diterjang angin yang cukup kencang.

Baca juga:  Tak Terdampak Erupsi Gunung Agung, Pengungsi dari 51 Desa Karangasem akan Dipulangkan

Atap bangunan berbahan genteng hampir semuanya pecah. Dan sampai saat ini reruntuhan bangunan masih dibiarkan di lokasi belum dibersihkan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem, Putu Eka Tirtana mengatakan, dua bangunan yang roboh yakni Bale Pesandekan dan Pesantian. Kata dia, bangunan roboh karena penyangga tidak kuat menahan beban berat serta ditiup angin kencang.

“Kondisi bangunan yang roboh semuanya hancur. Sampai saat ini, puing-puing bangunan masih di lokasi belum dievakuasi karena kami lebih memprioritaskan penanganan pohon tumbang di jalan raya. Nanti, kami pasti akan membantu membersihkan reruntuhan bangunan,” ujarnya.

Baca juga:  Puting Beliung Terjang Abang Batudinding, Bale Pesandekan Pura Pande Roboh

Eka Tirtana menambahkan Bale Pengaruman juga bergeser dan rentan ambruk. Untuk itu, pihaknya mengimbau warga senantiasa selalu waspada angin kencang dan hujan lebat.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, pihaknya bakal segera pemperbaiki bangunan bale pesandekan dan pesantian yang roboh. “Kita secepatnya akan perbaiki,” singkatnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.