Wisatawan mengunjungi Water Blow yang terletak di kawasan ITDC Nusa Dua. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tempat wisata water blow yang berada di pulau Peninsula, kawasan ITDC Nusa Dua, akan dilengkapi observation deck. Untuk pembangunannya, diperkirakan akan selesai akhir Agustus atau pertengahan September.

Managing Director The Nusa Dua ITDC, I Wayan Karioka, Kamis (19/7) mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan penataan di kawasan water blow tersebut. Di lokasi tersebut sedang dibangun observation deck/gardu pandang untuk menyaksikan water blow dari jarak yang aman. Bangunan ini disiapkan di dekat pintu masuk menuju water blow.

Baca juga:  Dari Rina Nose Hadir di Sidang Jerinx hingga Putu Sudarma Dikukuhkan Jadi Guru Besar Tetap UHN I Gusti Bagus Sugriwa

Untuk keamanan, pada observation deck ini nantinya juga akan dilengkapi dengan petugas pengawas yang stand by selama 24 jam. Dengan ketinggian sekitar 2 meter, ini nantinya berbentuk terbuka, yang ditempatkan agak jauh dari bibir tebing yang terlindung dari hempasan ombak. “Nantinya meskipun kondisi angin kencang, pengunjung akan nyaman saat menyaksikan water blow dari atas observation deck,” pungkasnya.

Setelah penataan selesai, pengunjung akan dikenakan tiket masuk. Ini dilakukan karena nantinya pengunjung yang masuk juga akan diberikan asuransi dan disediakan petugas penjaga. “Ini dilakukan semata-mata untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung,” paparnya.

Baca juga:  Kisruh Kepengurusan PHDI Pusat Masuk Pengadilan, Sidang Perdana Ditunda

Dikatakannya, kawasan Water blow memang pengunjungnya sudah semakin banyak. Perkiraan kunjungan per hari saat kondisi biasa bisa mencapai 1.000-1.500 orang. Sedangkan saat high season bisa mencapai 2.000-2.500 pengunjung.

Dengan diterapkan tiket masuk, pengunjung diharapkan akan lebih nyaman. Karena mereka sudah dilindungi oleh asuransi. “Harga tiket masuk saat ini masih dibahas dengan pihak dinas pendapatan Badung. Perkiraan harga tiket 10.000-15.000 rupiah,” pungkansya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Bahasa Daerah Vs Kapitalisasi Bahasa
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *