MANGUPURA, BALIPOST.com – Ratusan krama Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Sabtu (18/11) menggelar prosesi pemelastian di pantai Labuan Sait. Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun digelar setiap tahunnya pada Tilem Kalima menurut kalender Bali.

Pada pemelastian tersebut, terlihat nuansa spiritual di tengah prosesi berlangsung. Puluhan warga secara bergantian mengalami kerauhan sembari menancapkan keris ke bagian tubuh mereka.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta yang ditemui disela acara menyampaikan, rangkaian prosesi Pemelastian ini dimulai dari prosesi ngaturin. “Hari ini ada pemelastian di Pantai Labuan Sait. Yang mana tujuannya untuk memohon kepada Ida Batara agar segera turun hujan, agar masyarakat bisa memulai bercocok tanam,” katanya.

Baca juga:  Jumlahnya Tidak Masuk Akal, Pemerintah Didesak Keluarkan Data Akurat Babi Mati Mendadak

Selain itu, lanjut Sumerta, di sela-sela acara juga ada upacara ngaturin di masing-masing paibon. Ritual ini menurutnya sudah digelar secara turun-temurun sejak dahulu. Yang mana upacara ini dilaksanakan setiap tahun pada sasih kalima. “Pada pemelastian ini juga dilakukan prosesi nedunang Ida Batara dalam rangka untuk mensinkronkan prosesi upacara secara niskala dan skala,” tambahnya.

Dalam hal ini, prosesi nedunang Ida Batara juga bertujuan untuk menanyakan apakah upacara ini benar dilaksanakan atau tidak. Selain itu juga meminta petunjuk apa kira-kira kekurangan. “Sehinggab kita di alam nyata ini dengan keterbatasan, maka kita memohon agar apakah upacara ini bisa berjalan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Baca juga:  Tradisi Magoakan di Desa Adat Kintamani

Rangkaian upacara tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Yang mana untuk tahun ini, berbarengan dengan upacara Nangluk Merana. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.