Pesepak bola PSIM Yogyakarta Marvin Antonio Loria (kiri) dan pesepak bola Dewa United Banten FC Muhammad Alfharezzi (kanan) terjatuh saat berebut bola pada laga BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Jumat (6/11/2026). (BP/Antara)

YOGYAKARTA, BALIPOST.com – Tuan rumah PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan tamu mereka Dewa United dengan skor 1-2 setelah gol dramatis tercipta pada menit krusial masa tambahan waktu dalam laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (6/11).

Kedua tim bermain agresif dan saling menyerang sejak peluit pertama dibunyikan. Gol pembuka Dewa United tercipta pada menit ke-10 melalui tendangan penalti yang dieksekusi Denilson Junior yang membuat mereka unggul 1-0.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, hingga babak pertama berakhir, PSIM Yogyakarta masih tertinggal satu gol.

Baca juga:  Gairahkan Ekonomi Daerah, Kemenhub Buka 83 Rute Baru

Pada babak kedua, tepatnya menit ke-66 pemain PSIM Yogyakarta Ezequiel Vidal mencetak gol melalui sundulan keras yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Dewa United.

Gol tersebut membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Pada menit ke-70, sundulan keras pemain Dewa United Jean Mangabeira mengancam gawang PSIM Yogyakarta. Namun, bola gagal menjadi gol setelah membentur mistar gawang yang dijaga Cahya Supriadi.

Tensi permainan terus memuncak hingga masa tambahan waktu. Pada menit 90+5, pemain Dewa United Taisei Marukawa menusuk ke pertahanan PSIM Yogyakarta dan melepaskan tendangan kaki kiri keras yang tidak mampu dibendung Cahya Supriadi.

Baca juga:  Tiga Pekan Isolasi Mandiri, Tes PCR Doni Monardo Negatif

Gol dramatis tersebut tercipta pada menit krusial sekaligus membawa Dewa United memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Pelatih PSIM Yogyakarta Risto Vidakovic dalam konferensi pers usai pertandingan, mengatakan timnya telah memainkan pertandingan dengan cukup baik, terlebih saat menghadapi tim yang berada di papan atas klasemen.

“Namun, kami sedikit kehilangan konsentrasi dalam 10 menit terakhir. Pada menit-menit akhir kami kebobolan karena tidak membaca permainan dengan baik,” katanya.

Baca juga:  Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Turun 16 Poin

Menurutnya, skuad PSIM bermain secara terbuka dan saling menyerang meskipun tim lawan mempunyai banyak pemain cepat di ruang terbuka sehingga mampu mencetak gol melalui serangan balik.

“Saya pikir pemain sudah memberikan segalanya dan saya sangat senang dengan usaha yang mereka tunjukkan. Kami harus terus melangkah, melanjutkan dengan semangat seperti ini, dan berusaha menghindari kesalahan-kesalahan seperti ini,” ujarnya. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN