RSUD Bali Mandara Provinsi Bali terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi Mandara-Hub 360. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – RSUD Bali Mandara Provinsi Bali terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi Mandara-Hub 360 (Orkestrasi Lintas Unit untuk Integrasi Ekosistem Pelayanan Berbasis Patient Journey).

Inovasi yang dikembangkan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bali Mandara, dr. I Ketut Widiyasa, MPH, ini mengintegrasikan perjalanan pelayanan pasien dengan informasi manajemen rumah sakit guna mewujudkan tata kelola pelayanan yang lebih cerdas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Menurut Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, M.Kes., Rabu (4/11), integrasi pelayanan menjadi kebutuhan strategis rumah sakit dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin berkualitas, cepat, aman, dan berkesinambungan. Peningkatan kinerja rumah sakit, menurutnya, tidak cukup dilakukan dengan memperbaiki masing-masing unit secara terpisah, tetapi harus didukung koordinasi dan keterpaduan seluruh proses pelayanan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas unit, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan tata kelola pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.

Baca juga:  Asam Urat Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Sejumlah Faktor Penyebabnya

Dari sisi pasien, aplikasi ini dirancang untuk memastikan perjalanan pelayanan berlangsung lebih mudah, terarah, dan terkoordinasi. Integrasi mencakup seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, pelayanan penunjang, tindakan medis, hingga pasien pulang dan memperoleh tindak lanjut.

Melalui kejelasan alur pelayanan dan tanggung jawab masing-masing unit, optimalisasi pemanfaatan informasi pasien, serta penguatan komunikasi antarunit, inovasi ini diharapkan mampu mengurangi hambatan pelayanan dan pengulangan informasi. Selain itu, kepastian proses pelayanan, keselamatan pasien, serta pengalaman pasien selama menjalani perawatan juga diharapkan meningkat.

Tidak hanya berfokus pada pelayanan pasien, inovasi ini juga diarahkan untuk memperkuat sistem manajemen rumah sakit. Berbagai informasi yang selama ini tersebar di sejumlah unit, seperti kinerja pelayanan, penggunaan tempat tidur, waktu tunggu, mutu dan keselamatan pasien, sumber daya manusia (SDM), keluhan pasien, hingga proses rujukan, akan diintegrasikan menjadi gambaran kinerja organisasi secara menyeluruh.

Baca juga:  Survei IKM Triwulan I 2026, RSUD Bali Mandara Raih Kategori Sangat Baik

Integrasi data tersebut menjadi fondasi penguatan strategic hospital management. Dengan dukungan dashboard, indikator kinerja, dan mekanisme pemantauan, pimpinan rumah sakit diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan lebih dini, menentukan prioritas perbaikan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

Dengan demikian, informasi yang dihimpun tidak sekadar menjadi bahan laporan, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dan tindakan perbaikan yang lebih cepat, tepat, serta terukur.

Implementasi Mandara-Hub 360 dikembangkan melalui enam jalur kerja, yakni Mandara Flow, Relation, Digital, Command, Talent, dan Alliance. Keenam jalur tersebut mencakup integrasi proses pelayanan, hubungan dengan pasien, pemanfaatan teknologi dan data, pengendalian kinerja, penguatan kompetensi SDM, serta kolaborasi jejaring pelayanan kesehatan.

Pada tahap jangka pendek selama 60 hari, terhitung 7 September hingga 3 November 2026, pelaksanaan inovasi difokuskan pada pembentukan tata kelola dan tim, pemetaan perjalanan pasien, penetapan penanggung jawab proses, serta penyusunan data minimum dan standar pelayanan.

Baca juga:  Wanita Pengedar Narkoba Dikendalikan Napi

Tahapan tersebut juga mencakup pengembangan prototipe dan dashboard minimum, penguatan kompetensi SDM, serta evaluasi implementasi. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip reuse-first, yakni mengoptimalkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), rekam medis elektronik, dan sumber daya yang telah tersedia.

Dengan pendekatan tersebut, implementasi inovasi tidak mengharuskan rumah sakit mengganti sistem utama ataupun membangun infrastruktur teknologi berskala besar.

Direktur RSUD Bali Mandara berharap aplikasi ini dapat dikembangkan secara bertahap menjadi bagian dari sistem tata kelola dan budaya kerja rumah sakit yang berkelanjutan. “Keberhasilan integrasi informasi dan tata kelola rumah sakit bukan diukur dari seberapa banyak data yang dikumpulkan, tetapi seberapa baik informasi tersebut digunakan untuk menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat nyata bagi pasien,” ujarnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN