
DENPASAR, BALIPOST.com – Peran kader Posyandu kini semakin luas. Tak hanya berkutat pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, kader juga dituntut mampu mengenali kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, perumahan, pekerjaan umum hingga perlindungan sosial. Perluasan peran ini membutuhkan penguatan kompetensi agar Posyandu mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader untuk mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Menurut Putri Koster, transformasi Posyandu harus diikuti kesiapan sumber daya manusia, terutama kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus memiliki wawasan yang lebih luas untuk membantu masyarakat mengakses berbagai pelayanan dasar.
Enam bidang SPM yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya, Kamis (29/10).
Ia menjelaskan, kader memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi keluarga, pelestarian lingkungan, serta pentingnya pendidikan bagi anak. Di sisi lain, kader juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan kedekatan kader terhadap masyarakat, berbagai persoalan di tingkat keluarga diharapkan dapat dikenali lebih dini. Kader juga dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah sehingga kebutuhan pelayanan dasar dapat ditindaklanjuti melalui program yang sesuai.
Putri Koster menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada ketersediaan program dan fasilitas pemerintah. Kesadaran serta keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak.
Karena itu, kader Posyandu diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku melalui pendekatan humanis dan semangat gotong royong. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif mengenai kesehatan, kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi, hingga penguatan hubungan sosial di masyarakat.
“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya. (Ketut Winata/balipost)










