
GIANYAR, BALIPOST.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar menjadwalkan pekerjaan pemeliharaan berkala dan penanganan teknis pada unit Sumur Bor Sayan, Kecamatan Ubud. Langkah ini dilakukan guna menjaga keandalan serta kualitas pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, Wayan Suastika, Minggu (25/10) menyampaikan bahwa proses perawatan teknis ini meliputi pekerjaan pengangkatan dan penurunan pompa sumur bor yang membutuhkan waktu penanganan khusus. “Kami akan melakukan pemeliharaan serta penanganan teknis pada pompa Sumur Bor Sayan. Pekerjaan pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar satu hari, dan diperlukan waktu normalisasi pasokan air satu hari setelahnya. Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang berpotensi dialami oleh para pelanggan,” ujar Wayan Suastika.
Pekerjaan teknis ini dijadwalkan berlangsung Senin – Selasa, 26–27 Oktober 2026 berlokasi di Sumur Bor Sayan, Ubud. Estimasi perbaikan, pekerjaan sekitar 1 hari dan normalisasi pelayanan sekitar 1 hari.
Selama proses pengerjaan dan normalisasi berlangsung, aliran air bersih di sejumlah wilayah pelayanan Wilayah Utara Kecamatan Ubud diprediksi akan mengalami gangguan, mulai dari tekanan air mengecil hingga terhenti sementara. Adapun daerah yang terdampak meliputi Desa Sayan: Br. Kutuh (sebagian), Br. Pande, Br. Mas, Br. Sindu, Br. Ambengan, dan Br. Baung. Desa Singakerta: Br. Tewel, Br. Demayu, Br. Buduk, Br. Semana, Br. Lodtunduh, Br. Tunon, Br. Tebongkang (sebagian), Br. Dauh Labak, Br. Lobong, Br. Tengah, Br. Dangin Labak, dan Br. Jukut Paku.
Untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan air selama pengerjaan berlangsung, Wayan Suastika mengimbau seluruh pelanggan di kawasan terdampak agar menghemat dan menampung air bersih secukupnya sebelum pengerjaan dimulai. “Kami mengimbau warga di wilayah terdampak untuk menampung air sesuai kebutuhan keluarga sebelum pengerjaan dimulai. Tim teknis kami di lapangan akan bekerja semaksimal mungkin agar proses pemeliharaan selesai tepat waktu dan aliran air dapat kembali normal,” tambahnya. (Wirnaya/balipost)










