
SINGARAJA, BALIPOST.com – Atlet bulu tangkis difabel asal Palembang, Rian Yohwari, meraih medali emas pada kategori Ganda Veteran dalam turnamen Undiksha Open III 2026. Partai final berlangsung di GOR Badminton Undiksha, Singaraja, Sabtu (24/10).
Rian yang berusia 47 tahun berpasangan dengan Agung pada kategori tersebut. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kemampuan atlet difabel untuk bersaing dalam kejuaraan bulu tangkis terbuka.
Rian mengaku bersyukur dapat melewati seluruh tahapan pertandingan sejak babak penyisihan hingga final. Namun, perjalanan menuju podium tertinggi tidak lepas dari tantangan fisik dan perjalanan panjang dari Palembang menuju Bali.
Sebelum mengikuti Undiksha Open III, Rian baru saja bertanding di Jakarta. Ia mengaku harus menjalani perjalanan dengan waktu istirahat yang sangat terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntaskan pertandingan. “Alhamdulillah, hari pertama bisa lewat. Sampai final dan alhamdulillah tadi bisa juara,” ujarnya.
Bagi Rian, keikutsertaannya dalam turnamen ini tidak semata-mata untuk mengejar gelar juara. Ia ingin memberikan inspirasi bahwa penyandang disabilitas tetap memiliki kesempatan untuk berprestasi dan bersaing dengan atlet lainnya.
Ia menegaskan tidak merasa minder ketika menghadapi lawan. Sebaliknya, kepercayaan diri menjadi salah satu modal penting untuk tetap kompetitif di lapangan. “Jangan pernah menghitung yang sudah hilang, tapi hitunglah yang masih tersisa,” kata Rian mengenai prinsip hidup yang dipegangnya.
Menurut dia, keberhasilan seorang atlet ditentukan oleh tiga hal utama, yakni mental, fisik, dan spiritual. Mental diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses latihan dan pertandingan. Sementara itu, kesiapan fisik harus didukung latihan yang memadai, dan aspek spiritual menjadi pengingat pentingnya berdoa sebelum bertanding.
Rian bukan sosok baru dalam dunia bulu tangkis difabel. Ia pernah meraih gelar juara dunia di Madrid pada 2011 dan menjadi runner-up pada 2013. Selain aktif sebagai atlet, ia juga mengembangkan klub bulu tangkis Al-Raihan di Palembang.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. Wayan Artana Yasa, mengatakan penyelenggaraan Undiksha Open I, II, dan III menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi penyelenggaraan, prestasi, maupun partisipasi peserta.
Pada penyelenggaraan ketiga, turnamen ini diikuti 67 klub dari Jawa dan Bali. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari pemain pemula hingga senior.
Melihat tingginya animo peserta, Undiksha bersama PBSI Bali berencana mengusulkan agar Undiksha Open masuk agenda kejuaraan tingkat nasional pada 2028. Proses pengusulan direncanakan dilakukan pada 2027 agar Undiksha Open IV berpeluang direkomendasikan sebagai bagian dari Sirkuit Nasional (Sirnas). “Kejuaraan tingkat nasional akan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk bertanding dan mengumpulkan poin nasional,” jelasnya.
Pihaknya juga membuka peluang menghadirkan kategori khusus atlet difabel pada Undiksha Open IV. Hal ini menyusul penampilan Rian yang dinilai mampu menunjukkan kualitas permainan dan bersaing dengan atlet lainnya. “Tahun depan kita akan berencana membuat satu nomor khusus untuk difabel,” imbuhnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Undiksha Open juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga. Melalui pelatihan dan sertifikasi, kegiatan ini turut mendorong penambahan wasit dan hakim garis bersertifikat nasional yang dapat ditugaskan dalam kejuaraan tingkat lokal maupun nasional di Buleleng. “Ini tidak hanya pencarian bibit atlet, melainkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga,” tandasnya. (Yudha/balipost)










