Komisi IV DPRD Gianyar saat memantau perbaikan dan peningkatan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Gianyar.  (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara signifikan pada tahun anggaran 2026 untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar, sebanyak 131 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi sasaran program revitalisasi fisik.

Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan, Komisi IV DPRD Kabupaten Gianyar telah turun langsung ke lapangan guna memantau perkembangan sejumlah proyek pembangunan strategis daerah, termasuk fasilitas pendidikan dan Gedung Olah Raga (GOR) di Wilayah Gianyar.

Baca juga:  Alami Kerusakan, Distan Karangasem Bakal Perbaiki Saluran Irigasi Subak Penaban

Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Putu Gede Pebriantara, Senin (19/10) menegaskan DPRD berkomitmen dalam memediasi dan mendorong peningkatan kualitas layanan di sektor kesejahteraan rakyat, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

“Tahun ini ada 131 sekolah yang mendapat program perbaikan. Selain perbaikan ringan dan sedang, ada sekitar 8 hingga 10 sekolah yang mengalami pembangunan berskala besar dengan nilai anggaran mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per sekolah,” ujar Putu Gede Pebriantara.

Baca juga:  Cek Kesehatan Gratis di Bangli Sasar 42.403 Pelajar Sekolah

Pekerjaan fisik yang dilaksanakan dalam program revitalisasi ini mencakup rehabilitasi fisik kategori ringan, sedang, hingga berat, pembangunan ruang kelas baru (RKB), serta penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran seperti perpustakaan dan laboratorium.

Pebriantara menambahkan, prioritas utama dari pembenahan infrastruktur ini tertuju pada perbaikan ruang kelas atau rombongan belajar (rombel). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sarana belajar-mengajar berada dalam kondisi layak dan tidak ada lagi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Baru Ada 17 SMP Negeri di Denpasar, Segini Jumlah Ideal Menurut DPRD
BAGIKAN