
BANGLI, BALIPOST.com – Kebakaran hutan kembali terjadi di Kintamani, Sabtu (17/10) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 20 are lahan semak belukar dan pepohonan di Kawasan Blok Seked TWA Gunung Batur Bukit Payang yang berada di tepi Jalan Raya Seked.
Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 WITA oleh warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Api dengan cepat merambat lantaran kondisi semak belukar yang mengering.
Mendapat laporan warga, tim gabungan dari Polsek Kintamani, KPHK Kintamani, Koramil, dan warga setempat langsung berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat seadanya, pipa air warga, serta alat pemadam portable. Sekitar sejam kemudian, satu unit mobil Damkar Bangli tiba di lokasi kebakaran dan membantu upaya pemadaman.
“Sekira Pukul 22.00 Wita, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan dan masyarakat,” ungkap Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta, Minggu (18/10).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Diduga kuat, titik api dipicu oleh kelalaian warga atau pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan di sekitaran lahan kawasan hutan yang berupa semak belukar kering yang mudah terbakar.
Gumiliarta mengatakan pada hari yang sama kebakaran juga dilaporkan terjadi di Desa Subaya, Kintamani dan di Kelurahan Kubu, Bangli. Di Desa Subaya, kebakaran melanda rumah permanen milik I Wayan Arnaya yang diduga akibat api tungku dapur yang lupa dipadamkan usai memasak. Kebakaran itu menghanguskan bangunan rumah beserta isinya. “Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, sementara kerugian meteril ditaksir Rp 150 juta,” kata Gumiliarta.
Sedangkan di Kubu, kebakaran terjadi akibat pembakaran sampah. Api sempat membesar dan merambat ke sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh satu unit mobil Pemadam Kebakaran Pemda Bangli pada pukul 14.35 WITA. Insiden di Kubu dipastikan nihil korban jiwa maupun kerugian materiil. (Dayu Swasrina/balipost)










