
NEGARA, BALIPOST.com – Kelangkaan BBM di Jembrana makin meluas. Bahkan, Pemkab Jembrana memberlakukan work from home (WFH) bagi sebagian pegawai serta pembelajaran daring bagi siswa sekolah pada 15-17 Oktober 2026.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Ia juga menerjunkan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk ikut menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kondusivitas warga saat mengantre BBM di SPBU.
Instruksi itu disampaikan dalam apel koordinasi di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (16/10). Kembang Hartawan menegaskan, aparat harus hadir di tengah masyarakat yang tengah kesulitan.
Pemkab Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban warga yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM agar mereka bisa kembali beraktivitas mencari nafkah. “Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” ujar Kembang Hartawan.
Menurutnya, Satpol PP dan Dishub harus bahu-membahu serta berkolaborasi dengan kepolisian. Aparat diminta memastikan antrean berjalan tertib dan mencegah aksi serobot antrean yang bisa memicu kericuhan.
Selain itu, arus lalu lintas juga harus diatur agar tidak terjadi kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan. “Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana,” tegasnya.
Kembang Hartawan mengaku sudah melihat upaya Satpol PP dan Dishub di lapangan membantu masyarakat. Ia berharap hal itu terus berlangsung.
“Kami dari Pol PP berupaya ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang antre BBM. Kami juga selalu berkomunikasi dengan admin SPBU terkait situasi stok BBM yang tersedia,” ujar Kasatpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana.
Satpol PP bersama kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan ikut menjaga agar arus lalu lintas tetap mengalir dan antrean berjalan tertib, aman, serta kondusif tanpa gesekan antarwarga.
Mereka juga membagikan air minum bagi warga yang bertahan mengantre di tengah terik matahari. “Kami juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan alur antrean agar rapi dan terhindar dari gangguan,” imbuhnya.
Pemkab Jembrana mengimbau masyarakat tetap tenang, tertib, dan saling menjaga kondusivitas wilayah. (Surya Dharma/balipost)










