Alit Kelakan menggelar pertemuan dengan manajemen Pertamina di Denpasar, Selasa (13/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali masih terjadi hingga Selasa (13/10) siang. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami keterbatasan pasokan sehingga memicu antrean kendaraan yang mengular.

Kondisi ini menjadi sorotan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, IGN Alit Kesuma Kelakan, yang menilai persoalan saat ini lebih mengarah pada manajemen distribusi daripada kekurangan stok.

Usai bertemu langsung dengan pihak Pertamina di Denpasar, Selasa (13/10) siang, Alit Kelakan menyebut stok Pertalite tersedia di sejumlah titik penyimpanan. Ia merinci, terdapat 1.200 kiloliter (KL) Pertalite di Pesanggaran dan sekitar 10.000 KL di Terminal BBM Manggis.

Untuk mempercepat penyaluran, ia menyebut terdapat 25 kendaraan pengangkut BBM di Pesanggaran serta 72 kendaraan di Manggis. Armada tersebut diminta segera bergerak mendistribusikan BBM ke SPBU, terutama di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan yang masih mengalami antrean.

Baca juga:  Marriot Group Hotel dan The Apurva Kempinski Hotel Bali Komit Manfaatkan Produk Lokal

“Nggak langka, ada stok (BBM,red). Pertalite itu sekarang ada stok di Pesanggaran 1.200 kiloliter. Ada stok lagi 10.000 Pertalite di IT (Integrated Terminal,red) Manggis. Kendaraan saya suruh sekarang kirim ke SPBU,” ujarnya saat dikonfirmasi usai pertemuan.

Alit Kelakan mengatakan, terdapat 104 SPBU di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan yang menjadi sasaran penyaluran. Ia meminta SPBU yang mengalami antrean panjang mendapat prioritas agar pasokan segera tersedia dan kepadatan kendaraan dapat terurai.

Menurutnya, apabila pengerahan armada dan distribusi berjalan sesuai arahan, pasokan Pertalite diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga Rabu (14/10). Ia juga menyebut pasokan Pertamax dalam kondisi tersedia.

Alit Kelakan memaparkan, kebutuhan Pertalite di Bali diperkirakan mencapai 1.000 KL per hari, sedangkan stok yang tersedia sekitar 1.500 KL. Pasokan tambahan dijadwalkan datang kembali pada Rabu (14/10). Sementara tambahan Pertalite juga diperkirakan tiba pada Kamis dan Sabtu.

Baca juga:  Antisipasi Penyebaran COVID-19, Siap Gelar Pembelajaran Hybrid

“Untuk Pertamax, stok juga aman. Kebutuhan sehari itu 1.000 kiloliter, sekarang stok ada 1.500, besok datang lagi,” ungkapnya.

Meski menyebut stok tersedia, mantan Wakil Gubernur Bali ini menilai kondisi antrean yang masih terjadi menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pola distribusi dan penanganan di lapangan. Ia mempertanyakan mengapa BBM belum tersalurkan secara optimal ke SPBU ketika stok dan armada pengangkut disebut tersedia.

Ia menekankan, perencanaan kebutuhan BBM harus memperhitungkan potensi lonjakan konsumsi sekitar 10 hingga 20 persen. Selain itu, pola distribusi harus disiapkan secara antisipatif dan tidak menunggu persoalan muncul sebelum melakukan penyaluran.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, ketersediaan armada pengangkut di dua titik distribusi, yakni Pesanggaran dan Manggis, semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU yang membutuhkan.

Terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan di balik persoalan distribusi tersebut, Alit Kelakan mengaku belum dapat menyimpulkan. Ia menyatakan akan terlebih dahulu memeriksa pelaksanaan penyaluran di lapangan.

Baca juga:  Pusat Keuangan Internasional di Bali Jangan Korbankan Tata Ruang dan Keberlanjutan Generasi

“Saya belum masuk ke situ, saya cek dulu hari ini,” ujarnya.

Alit Kelakan mengatakan, setelah pertemuan dengan Pertamina, armada pengangkut BBM langsung diminta bergerak. Ia mengaku turut mengecek jumlah stok, kendaraan, serta proses pengiriman untuk memastikan penyaluran benar-benar dilakukan.

Ia berharap pengerahan armada tersebut dapat segera mengatasi antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Namun, ia menegaskan, kondisi di lapangan tetap perlu dipantau untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana.

Jika hingga sore antrean masih panjang meskipun stok dan armada telah dikerahkan, kondisi tersebut, menurut Alit Kelakan, perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui letak persoalan dalam rantai distribusi. (win)

Ket. Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, IGN Alit Kesuma Kelakan saat bertemu pihak Pertamina di Denpasar, Selasa (13/10).

BAGIKAN