Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih saat diwawancara usai membuka Rakerda DPD Partai Golkar Bali, di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali masih terjadi hingga Selasa (13/10) siang. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami keterbatasan pasokan yang memicu antrean kendaraan mengular.

Kondisi ini terjadi meskipun Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bali sebelumnya memastikan distribusi BBM ke seluruh wilayah Bali mulai dilakukan Senin (12/10), dengan target ketersediaan di SPBU kembali normal pada Senin sore.

Situasi tersebut mendapat sorotan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, I Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer. Ia pun mendatangi kantor Pertamina di Bali untuk mengecek langsung kondisi pasokan dan distribusi BBM yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

Baca juga:  Gempa Guncang Kuta Selatan, Dirasakan hingga Mataram

Demer mencurigai kemungkinan adanya praktik permainan stok di tengah kelangkaan BBM. Dugaan itu muncul karena masih adanya indikasi pengambilan BBM secara berlebihan oleh pihak-pihak tertentu yang diduga berulang kali melakukan pembelian.

Ia menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan apakah kelangkaan yang terjadi murni disebabkan persoalan pasokan dan distribusi atau terdapat penyimpangan dalam penyaluran BBM.

Ketua DPD Partai Golkar Bali ini juga meminta agar SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi tegas. Salah satu sanksi yang diusulkannya adalah penonaktifan operasional SPBU selama sekitar tiga bulan.

Baca juga:  Dari Bypass Ida Bagus Mantra akan Dilanjutkan hingga Pelonggaran Pemakaian Masker Berlaku

Menurutnya, penindakan diperlukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mengambil keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat. Ia juga berencana berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang terbukti mempermainkan stok maupun melakukan pengambilan BBM secara berlebihan.

Demer menjadwalkan kunjungan ke kantor Pertamina sekitar pukul 11.30 WITA, Selasa (13/10), guna memperoleh penjelasan langsung mengenai kondisi pasokan dan distribusi BBM di Bali.

Baca juga:  Motor Jupiter Raib di Penelokan

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil pihak Pertamina dan Hiswana Migas Bali pada Senin (12/10) siang untuk membahas kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak memastikan distribusi BBM ke seluruh wilayah Bali mulai dilakukan pada hari yang sama, dengan harapan ketersediaan di SPBU kembali normal pada Senin sore.

Namun, antrean kendaraan yang masih terjadi hingga Selasa siang menunjukkan persoalan BBM di Bali belum sepenuhnya teratasi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN