Sejumlah kendaraan antri untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Jumat (9/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terus berulang. Terbaru, dalam sepekan terakhir terjadi antrean mengular di sejumlah SPBU, baik yang berlokasi di Denpasar, Badung, maupun Tabanan.

Kondisi ini mendapat sorotan DPRD Bali. Pertamina diminta lebih peka terhadap kondisi di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Bali, I Made Rai Warsa, menyoroti kesulitan masyarakat mendapatkan BBM di tengah aktivitas sehari-hari. Menurutnya, Pertamina perlu melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi SPBU di berbagai wilayah Bali.

Langkah tersebut penting untuk mengetahui situasi riil di lapangan sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Politisi PDIP ini menegaskan, Pertamina harus memberikan penjelasan secara jujur mengenai ketersediaan BBM. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian informasi dan tidak terus dibayangi ketidakjelasan mengenai pasokan bahan bakar.

Baca juga:  Kapolri akan Usut Dugaan Mafia Sepak Bola

“Pertamina mesti peka situasi lapangan. Cek SPBU yang ada. Jelaskan dengan jujur akan ketersediaan BBM,” tegas Rai Warsa, Senin (12/10).

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan Pertamina masih melakukan pengaturan distribusi stok BBM di Bali. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak sampai terputus.

Menurut Setiawan, situasi geopolitik global yang berkembang saat ini juga perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan.

Pemprov Bali, lanjutnya, juga mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bagian dari upaya mengembangkan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga:  Ulang Tahun Ricuh, Pemuda NTT Aniaya Temannya

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM di Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Kedatangan kapal tersebut diharapkan mempercepat distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan. Setelah kapal bersandar, penyaluran BBM ke SPBU dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad, Senin (12/10).

Baca juga:  Rakit Ribuan Kotak Suara, KPU Libatkan 30 Warga

Dia menjelaskan, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan pengaturan prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Sejalan dengan jadwal tersebut, Pertamina terus mengoptimalkan pembongkaran muatan dan distribusi BBM dari terminal menuju SPBU. Evaluasi kebutuhan juga dilakukan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN