Disdikpora Bali saat melakukan monev di salah satu SMKN di Bali, Kamis (8/10).

DENPASAR, BALIPOST.com – Partisipasi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bali dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 masih tertinggal dibandingkan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Hingga 8 Oktober 2026, jumlah pendaftar TKA di jenjang SMK tercatat 27.017 siswa dari total 32.891 murid atau baru mencapai 82,15 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali. Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan ke sejumlah sekolah untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tes sekaligus memantau perkembangan pendaftaran menjelang pelaksanaan utama pada akhir Oktober mendatang.

Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menjelaskan TKA merupakan instrumen untuk mengukur hasil pembelajaran pada satuan pendidikan. Melalui tes ini, capaian akademik peserta didik dapat diketahui sebagai salah satu gambaran hasil proses pembelajaran.

“Tes Kemampuan Akademik untuk mengukur hasil pembelajaran dari suatu satuan pendidikan,” terang pria yang akrab disapa Gus Wes ini, Jumat (9/10).

Rangkaian TKA 2026 telah melewati tahap pendaftaran pada 27 Juli hingga 27 September 2026, dilanjutkan simulasi pada 21–27 September 2026. Saat ini, pelaksanaan memasuki tahap gladi bersih yang dijadwalkan berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.

Adapun pelaksanaan utama TKA untuk jenjang SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), dan sederajat dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober, sedangkan gelombang kedua pada 2–5 November 2026. Jadwal khusus disediakan pada 31 Oktober–1 November dan 7–8 November 2026.

Pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 16–29 November 2026, sementara pengumuman hasil direncanakan pada 23 Desember 2026.

Baca juga:  Kapolda Golose Dimutasi ke Mabes Polri, Ini Penggantinya

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah untuk melihat kesiapan pelaksanaan TKA. Upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan tes berjalan sesuai jadwal dan kendala di lapangan dapat diketahui lebih awal.

“Kami telah melakukan monev persiapan TKA ke sekolah-sekolah,” ujar Agus Kariasa, Jumat (9/10).

Berdasarkan rekapitulasi Disdikpora Bali per 8 Oktober 2026, terdapat 157 satuan pendidikan SMK yang telah mendaftar TKA, terdiri atas 58 sekolah negeri dan 99 sekolah swasta. Dari total 32.891 murid yang tercatat dalam biodata, sebanyak 27.017 siswa telah terdaftar sebagai peserta.

Pendaftar tersebut terdiri atas 14.569 laki-laki atau 53,94 persen dan 12.448 perempuan atau 46,06 persen. Dari sisi penyelenggaraan, sebanyak 153 satuan pendidikan melaksanakan tes secara mandiri, sedangkan empat sekolah lainnya menumpang. Seluruh 157 satuan pendidikan tercatat menggunakan moda online.

Meski secara keseluruhan partisipasi telah melampaui 80 persen, capaian antarsekolah masih menunjukkan kesenjangan. SMKS Pariwisata Yapparindo Klungkung menjadi salah satu sekolah dengan partisipasi terendah, yakni 7,58 persen atau hanya 46 pendaftar dari 607 murid.

Rendahnya partisipasi juga terlihat di SMKS Pariwisata Triatma Jaya Badung sebesar 10,64 persen, SMKS Pariwisata Mengwitani 12,23 persen, SMK Pratama Widya Mandala Badung 14,10 persen, serta SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar 16,78 persen.

Agus Kariasa menjelaskan, SMK Pariwisata Bali Paradise tidak masuk dalam penghitungan jumlah satuan pendidikan yang mendaftar karena belum memiliki peserta TKA.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah "Asian Animation Summit"

“SMK Pariwisata Bali Paradise tidak dihitung dalam rekap karena nol pendaftar, sehingga jumlah satuan pendidikan yang mendaftar TKA berjumlah 157,” terangnya.

Berbeda dengan SMK, partisipasi TKA pada jenjang SMA telah mencapai 97,96 persen. Dari 28.186 murid yang tercatat pada 154 satuan pendidikan, sebanyak 27.612 siswa telah mendaftar.

Jumlah pendaftar tersebut terdiri atas 13.498 laki-laki atau 47,89 persen dan 14.688 perempuan atau 52,11 persen. Satuan pendidikan yang terdaftar meliputi 90 sekolah negeri dan 64 sekolah swasta.

“Untuk jenjang SMA, jumlah pendaftar sudah mencapai 27.612 siswa dari total 28.186 murid, atau 97,96 persen,” kata Agus Kariasa.

Dari sisi penyelenggaraan, sebanyak 153 sekolah SMA melaksanakan tes secara mandiri, sedangkan satu sekolah menumpang. Sebanyak 150 sekolah menggunakan moda online dan empat sekolah lainnya menggunakan semi-online.

Kendati tingkat partisipasi SMA secara keseluruhan sudah tinggi, masih terdapat sekolah dengan persentase pendaftaran rendah. SMA Bali Island School tercatat memiliki partisipasi 5 persen, disusul Gandhi Memorial Intercultural School sebesar 11,76 persen dan SMAS Pariwisata Saraswati sebesar 30,04 persen.

Dua sekolah lainnya yang masih mencatat partisipasi di bawah 60 persen adalah SMA Taman Rama Intercultural School – Senior High sebesar 39,22 persen dan Australian Independent School sebesar 50 persen.

Pada jenjang Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), sebanyak 166 dari 183 murid telah mendaftar TKA atau mencapai 90,71 persen.

Pendaftar berasal dari 15 satuan pendidikan, terdiri atas 12 sekolah negeri dan tiga sekolah swasta. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 105 laki-laki atau 63,25 persen dan 61 perempuan atau 36,75 persen.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Ada di Atas 50, Korban Meninggal Tetap Dilaporkan

“Sebanyak 166 dari 183 murid SMALB telah mendaftar TKA, sehingga partisipasinya mencapai 90,71 persen,” ujar Agus Kariasa.

Seluruh 15 satuan pendidikan SMALB melaksanakan tes secara mandiri dengan moda online. Namun, sejumlah sekolah masih membutuhkan perhatian karena partisipasinya belum maksimal.

SLB Negeri 1 Jembrana mencatat partisipasi 30,77 persen, sedangkan SLB Negeri 1 Tabanan sebesar 36,36 persen. Di sisi lain, SLB Sushrusa telah mencapai 90,91 persen, sementara SLB Negeri 1 Denpasar dan SLB Negeri 2 Denpasar masing-masing mencatat partisipasi 100 persen.

Tingkat partisipasi paling rendah terdapat pada pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dari 1.366 murid yang tercatat, sebanyak 881 orang telah mendaftar TKA atau mencapai 64,49 persen.

“Pendaftar TKA pada jenjang PKBM/SKB mencapai 881 orang dari 1.366 murid, dengan tingkat partisipasi 64,49 persen,” ungkapnya.

Pendaftar pendidikan kesetaraan terdiri atas 426 laki-laki atau 48,35 persen dan 455 perempuan atau 51,65 persen. Dari total 69 satuan pendidikan, sebanyak 60 melaksanakan tes secara mandiri, sedangkan sembilan lainnya menumpang. Seluruh satuan pendidikan tersebut tercatat menggunakan moda online.

Sejumlah PKBM bahkan belum memiliki pendaftar TKA. PKBM Agung dan PKBM Wahyu Putra tercatat masih nol pendaftar. Sementara itu, PKBM Cemerlang mencatat partisipasi 7,84 persen, PKBM Widya Sentana 8,13 persen, dan PKBM Ganesha 12,50 persen. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN