Lahan perkebunan di Banjar Anggesari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, yang terbakar, Rabu (7/10). Sekitar 10 are lahan hangus dalam kejadian tersebut. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kebakaran melanda areal perkebunan di Banjar Anggesari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Rabu (7/10) siang. Sehari sebelumnya, kebakaran serupa menghanguskan lahan di Banjar Adat Pangkung Kwa, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Kebakaran di Ekasari diketahui sekitar pukul 11.30 Wita. Warga melihat kepulan asap dari arah perkebunan milik Putu Budiartana, 46, yang kemudian diketahui berasal dari kobaran api. Warga segera meneruskan informasi kepada pemilik lahan dan kepala lingkungan sebelum laporan diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

Baca juga:  Bakar Sampah, Pelinggih Pura Paibon Pasek Gelgel Ikut Terbakar

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, Kade Bagus Darmawan, mengatakan tiga unit armada Damkar Jembrana diterjunkan untuk memadamkan api. Petugas dibantu warga berjibaku menjinakkan api agar tidak merembet ke bagian lahan lainnya.

Sekitar 10 are lahan terbakar dari total luas perkebunan sekitar 70 are. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Kebakaran di Ekasari diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di Banjar Adat Pangkung Kwa, Desa Penyaringan. Lahan seluas sekitar 20 are terbakar dari total areal sekitar 1,8 hektare. Objek yang terbakar berupa semak belukar, pohon kelapa, dan pohon mangga.

Baca juga:  10 Bulan Terakhir, Basarnas Bali Tangani Puluhan Kecelakaan dan Bencana

Tiga armada damkar dikerahkan dalam penanganan tersebut. Sebanyak 8.000 liter air digunakan untuk memadamkan api dengan bantuan warga sekitar. Berbeda dengan kasus di Ekasari, penyebab kebakaran di Penyaringan hingga kini belum diketahui.

Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut. Namun, rentetan kebakaran dalam dua hari beruntun ini menjadi peringatan agar masyarakat tidak menyepelekan aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka.

Baca juga:  Rumah Makan Babi Guling Candra Kebakaran

Puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang menghasilkan api dapat dengan cepat memicu kebakaran, terutama ketika vegetasi dalam kondisi mudah terbakar.

Kade mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di lahan terbuka. Kecepatan laporan menjadi salah satu kunci agar api tidak telanjur meluas. (Surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN