
JAKARTA, BALIPOST.com – Kesadaran masyarakat untuk melakukan precautionary saving atau menabung menunjukkan peningkatan. Hal ini disampaikan praktisi keuangan, Ivan Jaya.
Menurutnya peningkatan kesadaran menabung ini sangat penting sebagai bentuk antisipasi atas kebutuhan dan ketidakpastian di masa depan.
Selain meningkatnya kesadaran untuk menabung, masyarakat saat ini juga semakin menghargai pengalaman yang menghadirkan unsur keterlibatan dan apresiasi dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menyampaikan analisis Kantar menunjukkan bahwa konsumen cenderung merespons positif terhadap pengalaman yang menghadirkan elemen partisipasi, antisipasi, dan penghargaan, yang dapat memperkuat kedekatan mereka dengan sebuah merek.
Dalam konteks tersebut, program apresiasi dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah di luar manfaat fungsional produk dan layanan yang mereka gunakan.
Consumer Banking Head Bank Danamon Indonesia ini pun mengatakan dalam upaya memberikan apresiasi pada pelanggan, pihaknya menghadirkan Danamon Hadiah Beruntun yang dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah di tengah meningkatnya minat masyarakat dalam menyimpan dan mengelola dana.
Program yang berlangsung dari 15 September 2026 hingga 30 April 2027 ini menawarkan berbagai kesempatan untuk memenangkan hadiah sekaligus diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk membangun kebiasaan finansial yang berkelanjutan, dan membantu menjaga momentum pertumbuhan tabungan yang positif di industri perbankan melalui peningkatan saldo dan aktivitas transaksi yang dilakukan secara konsisten.
“Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan precautionary saving atau menabung sebagai bentuk antisipasi atas kebutuhan dan ketidakpastian di masa depan, program ini diharapkan dapat membantu nasabah membangun kebiasaan menabung yang sehat,” ujarnya.
Ia juga mengutarakan pihaknya menyiapkan ratusan hadiah yang akan dibagikan melalui dua periode undian tabungan setiap empat bulan dan satu pengundian grand prize di akhir program. Hadiah yang ditawarkan mencakup berbagai kategori yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini, mulai dari kendaraan, perangkat digital, voucher perjalanan, voucher emas, hingga saldo.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang aman dan nyaman, pihaknya juga terus mendorong edukasi mengenai keamanan transaksi digital. Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lebih dari 660 ribu laporan penipuan diterima sepanjang periode November 2024 hingga Agustus 2026.
“Membangun kebiasaan finansial yang baik perlu diimbangi dengan literasi dan kewaspadaan dalam bertransaksi,” tutup Ivan. (kmb/balipost)

