
DENPASAR, BALIPOST.com – Orang nomor satu di Polda Bali berganti, tongkat komando selanjutnya dipegang Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H.
Sementara pejabat sebelumnya, Irjen Daniel Adityajaya dimutasi ke luar struktur Polri.
“Penugasan di luar struktur (Polri),” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, didampingi Kasubbid Penmas AKBP Rina Isriana Dewi Jumat, Sabtu (3/10).
Apakah Irjen Daniel akan dipercaya sebagai Kepala BNN? ” Belum tahu,” tegas Kombes Ariasandy.
Irjen Daniel menjabat Kapolda Bali sejak 29 Juli 2024, menggantikan Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra. Daniel merupakan lulusan Akpol 1991 dan berpengalaman dalam bidang reserse.
Untuk riwayat jabatannya pernah mengemban jabatan strategis di Polda Kalimantan Timur, yakni Kapuskodal Polresta Balikpapan, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, dan Wakapolres Berau.
Selanjutnya di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai Kasat I Ditreskrim, Kapolres Buton, Kapolres Bau Bau, dan Wadir Reskrimsus. Jenderal bintang dua ini juga pernah bertugas sebagai Kasubdit Harda Bareskrim Polri, Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri, Kabagsumda Rorenmin Bareskrim Polri, Pati Bareskrim Polri (dalam rangka penugasan luar struktur) sebagai Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Widyaiswara Utama Sespim Tk. I Lemdiklat Polri dan Kapolda Kalimantan Utara.
Selama mengemban tugas sebagai Kapolda Bali, Irjen Daniel memberi perhatian khusus terhadap banyaknya warga negara asing (WNA) terlibat tindak pidana. Bahkan ia mengundang perwakilan konsulat negara-negara sahabat.
Sebanyak 236 WNA dideportasi oleh pihak Imigrasi selama 2025, di antaranya karena terlibat kriminal.
Menurut Daniel, keamanan merupakan kunci pariwisata berkualitas yang bisa membuat para wisatawan domestik maupun internasional merasa nyaman dan aman. Irjen Daniel menegaskan komitmen Polda Bali dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya bagi wisatawan dan warga negara asing yang berada di Pulau Dewata.
Daniel menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepolisian terhadap WNA, serta memperkuat kolaborasi dengan semua pihak. Termasuk konsulat dan lembaga pemerintahan daerah untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada di Bali.
Pertemuan tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi yang kuat dan menciptakan keamanan berkelanjutan di Bali. Pihaknya siap menerima masukan dari seluruh pihak demi menjaga Bali tetap aman, damai, dan berdaya saing di dunia pariwisata internasional. (Kerta Negara/balipost)










