Pembukaan Konaspi XII di BNDCC, Nusa Dua, Jumat (2/10/2026) malam. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII yang mempertemukan seribuan akademisi dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI).

Perhelatan bergengsi dua tahunan tersebut resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (2/10/2026). Bagi Undiksha, penyelenggaraan Konaspi XII menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi, khususnya LPTK, dalam menjawab tantangan pendidikan nasional.

Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., menegaskan Konaspi XII tidak sekadar menjadi forum pertemuan akademisi, tetapi juga wahana pemikiran kolektif untuk merumuskan arah pendidikan Indonesia. Rekomendasi akademik yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi kompas kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy) menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga:  Libur Lebaran, Undiksha Perpanjang Pendaftaran SMBJM

Kepercayaan kepada Undiksha sebagai tuan rumah juga berlangsung di tengah tuntutan perubahan terhadap perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengingatkan perguruan tinggi agar meninggalkan paradigma lama yang terlalu berorientasi pada formalitas administratif.

Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, keberhasilan kampus kini diarahkan untuk diukur dari peran nyata dalam menghadirkan solusi, inovasi, dan menggerakkan perekonomian. Kampus tidak cukup hanya mengejar jumlah publikasi maupun lulusan.

Kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan upaya menjawab tantangan middle-income trap. Kemdiktisaintek telah menata ulang relevansi pendidikan dengan menutup atau mentransformasikan 122 program studi pada 2026 serta memberlakukan Indikator Kinerja Utama (IKU) berbasis hasil (outcome).

Baca juga:  Isoter di Asrama Mahasiwa Undiksha Ditutup

Dalam konteks tersebut, Undiksha bersama LPTK lainnya dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

Tantangan serupa disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melalui visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kemendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan harus dilihat dari pemerataan akses dan kualitas pembelajaran yang berkeadilan, bukan sekadar perubahan kurikulum.

Komitmen itu diwujudkan melalui perluasan Wajib Belajar 13 Tahun sejak PAUD, penguatan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 19,48 juta siswa pada 2026, serta penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berbasis koding dan kecerdasan artifisial (AI).

Baca juga:  Komplotan Pelaku Narkoba Dituntut Belasan Tahun Penjara

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen memuliakan guru melalui penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG), kenaikan insentif bagi guru non-ASN, hingga revitalisasi puluhan ribu sarana sekolah.

Dalam forum yang mempertemukan para akademisi LPTK tersebut, perguruan tinggi pendidikan mendapat tantangan besar untuk mengambil peran lebih strategis. LPTK dituntut menjadi benteng utama dalam mencetak pendidik unggul.

Sebab, kualitas sekolah Indonesia dalam dua dekade mendatang sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan guru yang dipersiapkan LPTK saat ini. Bagi Undiksha sebagai salah satu LPTK yang dipercaya menjadi tuan rumah Konaspi XII, momentum tersebut sekaligus menegaskan posisi kampus sebagai bagian penting dari pembentukan arah pendidikan Indonesia ke depan. (Adv/balipost)

BAGIKAN