
JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno mengatakan akan memaksimalkan pengalaman tokoh-tokoh nasional dari berbagai latar belakang agama dan profesi yang menjadi anggotanya untuk memberikan masukan terbaik kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Pratikno seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10), menjelaskan bahwa kekayaan pengetahuan dan rekam jejak para anggota baru Wantimpres menjadi modal utama dalam menjalankan amanat undang-undang.
“Anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta,” kata Pratikno dikutip dari Kantor Berita Antara.
Menurut dia, Wantimpres memiliki peran yang sangat spesifik dalam struktur pemerintahan, yakni memfokuskan seluruh saran dan pertimbangan hanya kepada satu pihak.
“Tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary (penerima manfaat) yaitu Bapak Presiden,” ujarnya.
Sebagai ketua, Pratikno bersama Wakil Ketua Hatta Rajasa dan Sekretaris Qodari berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh anggota dewan agar dapat memberikan saran secara optimal.
Kehadiran jajaran Wantimpres baru ini diharapkan mampu memberikan masukan yang berkualitas tinggi demi mendukung kesuksesan agenda-agenda strategis pemerintah ke depan. (kmb/balipost)
Berikut 26 nama anggota Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo:
1. Pratikno. Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ditunjuk sebagai ketua merangkap anggota.
2. Hatta Rajasa. Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini ditetapkan sebagai wakil ketua merangkap anggota.
3. Muhammad Qodari. Mantan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI ini ditunjuk sebagai sekretaris merangkap anggota.
4. Sinta Nuriyah. Sinta yang juga istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid merupakan tokoh perempuan dan pejuang kemanusiaan yang aktif dalam pembelaan perempuan serta dialog lintas iman.
5. M. Quraish Shihab. Quraish merupakan ulama dan cendekiawan Al-Qur’an. Dia pernah menjabat Menteri Agama pada 1998 serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir.
6. Rocky Gerung. Pengamat politik, akademikus, filsuf, dan intelektual publik Indonesia ini menjadi salah satu anggota.
7. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan, Agum Gumelar.
8. Pengusaha dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung
9. Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj
10. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar.
11. Mantan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
12. Pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jusuf Wanandi;
13. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan
14. Mantan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
15. Mantan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri
16. Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo
17. Pengusaha Dato Sri Tahir.
18. Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Ida Bagus Purwalaksana
19. Pemimpin Persatuan Umat Budha Indonesia Philip Kuncoro Wijaya
20. Tokoh agama Khonghucu Budi Tanuwibowo
21. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman
22. Mantan Duta Besar RI untuk Thailand Mohammad Hatta
23. Pengusaha nasional Jusuf Hamka
24. Pakar hukum tata negara Margarito
25. Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jacky Manuputty
26. Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.










