
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Aktivitas di perairan Nusa Penida dihentikan selama 24 jam dalam pelaksanaan Nyepi Segara, Minggu (27/9). Penghentian tersebut meliputi penyeberangan, kegiatan nelayan, petani rumput laut serta seluruh aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving.
Nyepi Segara berlangsung mulai Minggu pukul 06.00 WITA hingga Senin (28/9) pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut, tidak terdapat aktivitas kapal nelayan maupun kapal wisata di perairan Nusa Penida.
Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma mengatakan seluruh penyeberangan dari dan menuju Nusa Penida ditutup selama pelaksanaan Nyepi Segara. Penutupan berlaku untuk jalur Sanur, Kusamba dan Padangbai.
“Betul, seluruh penyeberangan menuju dan dari Nusa Penida ditutup hari ini. Ini terkait Nyepi Segara yang diselenggarakan pada Minggu, 27 September 2026, pukul 06.00 WITA sampai dengan Senin, 28 September 2026 pukul 06.00 WITA juga,” kata Yoga.
Selain penyeberangan, seluruh aktivitas di perairan Nusa Penida juga dihentikan. Nelayan dan petani rumput laut tidak diperbolehkan melaut. Aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, diving dan kegiatan wisata air lainnya juga dilarang.
“Tidak boleh melakukan aktivitas di perairan Nusa Penida, baik itu aktivitas nelayan, penyeberangan, maupun wisata air,” jelas Yoga Kesuma.
Kendati aktivitas di laut dihentikan total, wisatawan yang sudah berada di Nusa Penida tetap bisa mengunjungi destinasi wisata di daratan. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya mengatakan wisatawan yang sudah berada atau menginap di Nusa Penida tetap dapat mengunjungi seluruh daya tarik wisata (DTW).
“Yang ditutup adalah penyeberangan dan seluruh aktivitas di perairan lautan di kawasan Nusa Penida. Sedangkan destinasi di semua DTW kita tetap buka. Jadi bagi wisatawan yang bermalam atau stay, tetap bisa berkunjung,” kata Gusti Mahajaya.
Petugas di masing-masing DTW tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan. Namun, wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di laut, termasuk mandi, snorkeling maupun diving. Kunjungan wisatawan hanya diperbolehkan pada area daratan destinasi.
Pantai Kelingking, misalnya, tetap dapat dikunjungi karena aktivitas wisatawan di lokasi tersebut umumnya menikmati pemandangan dan berswafoto.
Nyepi Segara memiliki makna penting bagi masyarakat Nusa Penida. Laut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya nelayan dan petani rumput laut, sekaligus menjadi salah satu sektor pendukung aktivitas pariwisata.
Melalui Nyepi Segara, seluruh aktivitas manusia di laut dihentikan sementara sehingga perairan Nusa Penida berada dalam kondisi hening selama sehari penuh.
Tradisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara Ngusaba Madya Jagat di Pura Batumedawu, Nusa Penida yang puncaknya digelar pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (26/9).
Sehari setelah puncak karya yakni pada Minggu (27/9), seluruh masyarakat akan melaksanakan tradisi Nyepi Segara. Aktivitas melaut, penyeberangan, hingga wisata bahari akan dihentikan total selama kurang lebih 24 jam
Setelah pelaksanaan Nyepi Segara berakhir pada Senin (28/9) pukul 06.00 Wita, aktivitas penyeberangan dan kegiatan di perairan Nusa Penida kembali diperbolehkan. (Sri Wiadnyana/balipost)










