
AMLAPURA, BALIPOST.com – IGS (21), sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya, meninggal dunia di RS Prof. Ngoerah, Denpasar, Jumat (25/9). Sampai saat ini, pihak keluarga masih menunggak biaya rumah sakit yang cukup besar, mencapai Rp68 juta rupiah.
Paman almarhum, I Nengah Sridana, Minggu (27/9), menuturkan, tunggakan tersebut berasal dari sisa pembayaran pengobatan dan biaya penitipan jenazah di setelah dipotong donasi dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sebesar Rp25 juta. “Untuk uang donasi dari masyarakat, relawan, dan komunikasi yang terkumpul sebesar Rp35 juta rencananya akan digunakan untuk biaya upacara pemakaman dan juga pengabenan nanti,” katanya.
Sementara itu, Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas mengatakan, saat ini di rumah duka, pihak keluarga tengah mempersiapkan rangkaian upacara pengabenan mendiang IGS. Jenazah masih dititipkan di rumah sakit lantaran di Desa Muncan saat ini sedang ada upacara keagamaan sehingga jenazah kemungkinan baru boleh dibawa pulang ke rumah duka pada awal Oktober.
“Rencananya, pihak keluarga akan langsung melaksanakan prosesi ngaben secara sederhana. Namun, prosesi tersebut masih menunggu hari baik yang akan dikoordinasikan dengan jro bendesa setelah 1 Oktober,” imbuhnya.
Tunas menjelaskan, setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga masih memiliki tunggakan di RS Ngoerah. ”Informasi yang saya dengar masih ada tunggakan senilai Rp68 juta, termasuk biaya penitipan jenazah,” katanya.
Pihaknya mendapat informasi, tunggakan biaya rumah sakit tersebut rencananya akan dibayarkan anggota DPR RI, I Nyoman Parta. Akan tetapi, pihaknya belum tahu kepastiannya. “Saya dengar kabarnya begitu. Semoga benar. Ini untuk meringankan beban keluarga korban,” harapnya. (Eka Parananda/balipost)










