Peninjauan pembangunan sekolah yang bersumber dari e-revitalisasi sekolah. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sebanyak 34 satuan pendidikan di Kabupaten Jembrana mendapat program rehabilitasi fasilitas sekolah melalui program e-revitalisasi pemerintah pusat tahun 2026. Rinciannya, sembilan sekolah dasar (SD), tiga sekolah menengah pertama (SMP), dan 22 pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kepala Dinas Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, mengatakan pelaksanaan rehabilitasi tahun ini menggunakan mekanisme swakelola. Dana program e-revitalisasi ditransfer langsung kepada satuan pendidikan untuk kemudian dikelola oleh pihak sekolah.

“Untuk tahun ini, satuan pendidikan yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencakup 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD. Sistemnya berbasis swakelola, di mana pendanaan ditransfer langsung dan dikelola oleh pihak sekolah,” jelas Anom.

Baca juga:  Dewan Pendidikan Minta Dana Bantuan Pemerintah Ditingkatkan

Selain 34 sekolah tersebut, masih ada enam SMP yang masuk dalam program susulan. Keenam sekolah tersebut telah menjalani sosialisasi, namun masih menunggu penerbitan PKS dari pemerintah pusat.

Anom berharap proses administrasi tersebut segera rampung mengingat pengerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Untuk enam SMP susulan ini kami masih menunggu kepastian PKS dari pusat. Mengingat batas waktu pengerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember mendatang, kami berharap PKS bagi sekolah yang sudah sosialisasi bisa segera terbit,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meminta kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi harus menghasilkan bangunan yang aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh siswa.

Baca juga:  Jelang Pendaftaran SPMB SMA/SMK, Ini Temuan DPRD Bali saat Kunjungan ke Sejumlah Sekolah

“Untuk atap yang menggunakan baja, harus baja yang bagus, supaya bisa bertahan hingga 30-40 tahun,” ujarnya saat peninjauan langsung terhadap sejumlah sekolah yang tengah diperbaiki. Salah satunya SDN 2 Banjar Tengah dan SDN 2 Loloan Barat, Selasa (15/9).

Bupati juga sebelumnya meninjau progres rehabilitasi di SDN 1 Dangin Tukadaya dan SDN 2 Yehembang pada pekan sebelumnya. Kembang juga menyoroti persoalan pemerataan tenaga pendidik. Saat ini Jembrana masih mengalami kekurangan 258 guru. Distribusi guru dinilai belum merata karena terdapat sekolah yang kekurangan hingga dua atau tiga guru, sedangkan sekolah lainnya memiliki jumlah tenaga pendidik yang relatif lengkap.

Baca juga:  Jelang Digusur Jadi Hutan Kota, SMPN 1 Gianyar Justru Bangun Gedung Baru

“Kita saat ini kekurangan 258 guru. Jika dibagi rata, setiap sekolah mungkin hanya kekurangan satu orang guru. Namun prakteknya, ada sekolah yang kekurangan dua sampai tiga guru, sementara sekolah lain jumlah gurunya lengkap,” katanya.

Ia meminta pemerataan guru menjadi perhatian agar beban mengajar tidak terkonsentrasi pada sekolah tertentu. Kepala sekolah juga diharapkan dapat ikut mengajar apabila kondisi kekurangan tenaga pendidik cukup berat. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN