Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore (15/9) ditutup turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia. Kondisi ini dipicu oleh masih tingginya ketegangan geopolitik, baik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) maupun antara Ukraina dengan Rusia.

IHSG ditutup melemah 73,54 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.461,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 650,76.

“Dari eksternal bursa regional Asia melemah, perhatian pasar tertuju seiring dengan harga minyak yang memperpanjang kenaikannya setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan bahwa pertemuan diplomatik antara Iran dengan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Hormuz tiba-tiba ditunda.

Iran mengklaim bahwa sebuah kapal tanker super yang mencoba memasuki area terlarang di Hormuz meledak setelah menabrak ranjau, sambil tetap menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan AS sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Baca juga:  Era Industri 4.0, Koperasi Didorong Berbasis E-Commerce

Sementara itu, Ukraina membantah klaim dari Presiden AS Donald Trump bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.

Presiden Ukraina, Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina siap untuk menghentikan serangan terhadap target energi Rusia apabila Rusia melakukan hal sama.

Pernyataan itu bertentangan dengan klaim Trump, bahwa Moskow dan Kyiv telah mencapai kesepakatan untuk menangguhkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

“Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan tekanan pada The Fed untuk memperketat kebijakan, dengan pasar saat ini memperkirakan sekitar 92 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu waktu AS,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pengangkatan Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mana pasar akan mencermati konsistensi arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan APBN ke depannya.

Baca juga:  Kabar Baik! Hari Ini Tambahan Pasien COVID-19 Sembuh Lampaui Kasus Baru

“Pasar berharap pergantian Menteri tersebut menjaga kontinuitas dan disiplin fiskal,” ujar Nico.

Menteri Keuangan Suahasil Nazar telah mengungkapkan bahwa akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama agar APBN tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah.

Suahasil juga menyebut APBN harus menjalankan dua fungsi, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas dan berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari PDB.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,53 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 0,43 persen dan 0,34 persen.

Baca juga:  Silpa APBD Bali 2024 Capai Rp623,7 M

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,16 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,99 persen dan 0,89 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu DEFI, CCSI, VOKS, ALKA, dan TRJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SAPX, SMRA, RIGS, UDNG dan LAPD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.756.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,60 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 330 saham naik, 332 saham menurun dan 301 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 0,01 persen ke 63.492,00, indeks Shanghai melemah 0,54 persen ke 3.864,28, indeks Hang Seng melemah 1,00 persen ke 24.667,24, indeks Kospi melemah 0,85 persen ke 6.627,26, dan indeks Straits Times melemah 1,45 persen ke 5.634,93. (kmb/balipost)

BAGIKAN