
AMLAPURA, BALIPOST.com – Peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan oleh pihak RSUD Karangasem dengan menambah sarana dan prasara pendukung alat-alat kesehatan. Pada Senin (7/9), pihak RSUD Karangasem meresmikan CT Scan 64 Slices yang nantinya dioperasikan untuk pelayanan kesehatan pasien yang dilakukan langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par didampingi Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Kabupaten Karangasem.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengungkapkan, fasilitas CT Scan 64 Slices, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemeriksaan medis bagi masyarakat. Kata dia, kehadiran peralatan medis modern ini diharapkan dapat mendukung proses pemeriksaan dan diagnosis secara lebih cepat, akurat, dan optimal.
“Dengan tersedianya fasilitas CT Scan 64 Slices, masyarakat Karangasem diharapkan dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang semakin lengkap tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dengan teknologi diagnostik yang lebih modern,” ucap Gus Par.
Gus Par mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Karena pelayanan kesehatan yang baik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang tak kalah penting, masyarakat Karangasem kini memiliki akses terhadap fasilitas pemeriksaan dengan teknologi diagnostik yang lebih modern tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah. Dengan hadirnya fasilitas CT Scan 64 Slices ini, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUD Karangasem semakin maju dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Karangasem,” harap Gus Par.
Sementara itu, Dirut RSUD Karangasem, I Putu Angga Wirayogi mengatakan, pengadaan CT scan 64 slices tersebut diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dalam program SIHREN. Program tersebut dijalankan sebagai upaya untuk pemerataan sarana dan prasarana kesehatan, khususnya sarana penunjang diagnosis di rumah sakit daerah. “Dengan adanya alat ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT scan tidak perlu lagi kami rujuk ke rumah sakit lain,” ujar Wirayogi.
Wirayogi mengatakan, sebelum mendapatkan bantuan alat tersebut, RSUD Karangasem harus memenuhi sejumlah persyaratan yang diterapkan pemerintah pusat. Mulai dari kesiapan ruangan, sumber daya manusia (SDM), hingga sarana penunjang seperti kelistrikan. Ia menjelaskan, seluruh persyaratan tersebut kemudian dilaporkan dan diverifikasi secara bertahap oleh Kementerian Kesehatan, RSUD Karangasem juga harus mengurus perizinan sebelum scan dapat digunakan untuk pelayanan dan seluruh persyaratan tersebut telah terpenuhi.
“Ini adalah jawaban dari keluhan masyarakat selama ini, misalnya pada kasus kecelakaan yang membutuhkan diagnosis awal. Dengan adanya alat ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk hanya untuk pemeriksaan CT scan saja,” katanya.
Di bagian lain, Kepala Unit Instalasi Radiologi RSUD Karangasem, Ni Kadek Antari Darmasih menjelaskan, CT scan 64 slice membuat kemampuan pemeriksaan di RSUD Karangasem jauh lebih luas karena sebelumnya hanya memiliki CT scan 8 slice saja. Keterbatasan alat tersebut sebelumnya membuat sejumlah pasien harus dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan CT scan tertentu. “Sekarang banyak pemeriksaan yang bisa kita lakukan, bahkan hampir semua pemeriksaan. Sebelumnya sangat terbatas sehingga banyak pasien yang tidak bisa dilakukan CT scan di sini dan terpaksa dirujuk,” kata Antari.
Pihaknya menambahkan, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan oleh CT scan 64 slice adalah kalsium score untuk mengetahui kadar atau skor kalsium pada pembuluh darah koroner. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi salah satu indikator adanya risiko penyumbatan pembuluh darah. “Kalau bicara akurasi, CT scan 64 slices akurasinya sangat tinggi. Jadi, sekarang masyarakat yang membutuhkan penanganan CT scan tidak perlu khawatir akan dirujuk lagi,” imbuh Antari. (Adv/balipost)










