
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai proyek peningkatan jalan ruas Mas–Kengetan. Proyek bernilai Rp12,23 miliar ini ditujukan untuk mengurai kemacetan, membenahi sistem drainase, dan memperluas kapasitas jalan guna menunjang arus lalu lintas di kawasan pariwisata.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Anak Agung Gde Ngurah Agung Tirta, ST, MT., seizin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan, Rabu (2/9) menyampaikan pengerjaan proyek ini memakan waktu 150 hari kalender, dimulai sejak 3 Juli 2026 hingga awal Desember 2026 mendatang. Proyek tersebut dikerjakan dengan nilai kontrak Rp12.232.946.000.
“Fokus pengerjaan meliputi pelebaran jalan untuk meningkatkan kapasitas, pembuatan drainase beton siklop lengkap dengan sodetan box culvert, hingga peninggian badan jalan (raising) di titik-titik yang rawan banjir,” ujar Agung Tirta.
Ia menambahkan, jalan akan dilebarkan hingga standar jalan kabupaten sepanjang 5,5 meter dengan konsep full width tanpa menyisakan bahu jalan tanpa aspal. Peninggian badan jalan juga dilakukan agar genangan air dapat mengalir optimal menuju saluran pembuangan. “Musuh utama aspal adalah air. Dengan perbaikan drainase dan peninggian jalan ini, ketahanan kualitas jalan bisa bertahan lebih lama,” tegasnya.
Pengerjaan proyek ini terbagi menjadi dua segmen. Segmen 1, Pertigaan Mas (dekat BRI/Lapangan Mas) hingga Perempatan Lodtunduh (Puri Kawan). Segmen 2, Kawasan sebelah timur Restoran Tebesari.
Pada segmen dua, terdapat pengerjaan pelebaran jembatan sempit yang selama ini menjadi titik penyempitan (bottleneck). Pengikisan dan pembongkaran jembatan lama dijadwalkan mulai pertengahan September hingga Desember 2026.
Untuk menekan resiko kemacetan parah terlebih bersinergi dengan pengalihan arus di kawasan dalam Kota Ubud, Dinas PUPR telah menginstruksikan kontraktor agar menerapkan sistem pengerjaan yang ketat.
Penggalian drainase dan pelebaran jalan dilarang dilakukan di kedua sisi jalan secara bersamaan. Pengerjaan harus diselesaikan per sisi sepanjang beberapa ratus meter terlebih dahulu sebelum berpindah.
Pengaturan lalu lintas menggunakan sistem buka-tutup dengan penambahan tenaga pengatur di lapangan. Penempatan material batu dan pasir dilarang memakan badan jalan melebihi seperempat ruas.
Menanggapi rencana penutupan jembatan pada pertengahan September nanti, Agung Tirta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif.
Pengendara dari arah Kengetan menuju Ubud (ke timur) diharapkan mengalihkan rute melalui Dangin Labak dari perempatan Kengetan. Pengendara dari arah timur/Lodtunduh menuju Kengetan/Mambal (ke barat) diharapkan mengambil rute melalui Mawang.
“Kami berharap penataan ini dapat menghilangkan antrean kendaraan di jembatan sempit dan menciptakan kenyamanan serta keamanan bagi para pengguna jalan dan wisatawan yang berkunjung ke Gianyar,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)










