Hadiri - Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster dan jajaran pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-Bali saat menghadiri DEKRANASDA Bali Fashion Day 2026 di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin (31/8). Kegiatan itu juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster. (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dekranasda Kabupaten Karangasem menghadiri DEKRANASDA Bali Fashion Day 2026 di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin (31/8). Kain tenun Endek diharapkan tak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga terus didorong menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar lebih luas dan dikenal dunia.

Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, bersama jajaran pengurus hadir dalam perhelatan yang mengangkat keanggunan dan kekayaan kain Endek tersebut. Acara turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster, serta para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Bali.

Bagi Dekranasda Karangasem, kehadiran dalam Bali Fashion Day bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, memperkenalkan potensi kerajinan daerah sekaligus membuka peluang lebih besar bagi para perajin lokal. Ny. Mas Parwata menegaskan, kain tradisional harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Baca juga:  Angkat Tema Sosial, Agung Wirasutha Rilis "Bogbog"

“Endek adalah warisan budaya yang harus kita jaga, tetapi juga harus kita kembangkan. Jangan sampai hanya menjadi kain yang disimpan atau digunakan pada acara tertentu. Kita ingin Endek semakin dikenal dunia, semakin diminati, dan memberikan nilai tambah bagi para perajin,” ujar Ny. Mas Parwata.

Ny. Mas Parwata mengatakan, pengembangan industri kerajinan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, perajin, pelaku usaha, desainer hingga masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, produk lokal Karangasem diharapkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai daya saing ekonomi.

Baca juga:  Warga Luar Bali Terpapar COVID-19 Masih Tambah Puluhan, Kenaikan 2 Digit Dilaporkan 5 Zona Orange

“Kami di Karangasem akan terus mendorong para perajin agar berani berinovasi. Kreativitas harus berjalan bersama dengan pelestarian tradisi. Harapannya, produk Karangasem bisa semakin dikenal, tidak hanya di Bali tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengatakan, Bali Fashion Day menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan bahwa kain tradisional Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk fesyen yang modern dan bernilai ekonomi tinggi.

“Pentingnya menjaga keberlanjutan kain tradisional di tengah perkembangan industri fesyen yang semakin cepat. Kita ingin kain Endek tetap hidup dan berkembang. Bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan sumber ekonomi bagi para perajin,” ujar Ny. Putri Koster.

Baca juga:  Pajak Naik, Rakyat Pikul Beban Berat

Putri Koster mengatakan, inovasi menjadi kunci agar kain tradisional tetap relevan di tengah perubahan selera pasar. Karena itu, kreativitas para desainer dan perajin perlu terus diberi ruang sehingga kain Endek dapat tampil dalam berbagai bentuk produk fesyen tanpa kehilangan karakter dan identitas Bali. “Kita harus bangga menggunakan produk lokal. Dengan membeli dan menggunakan produk karya perajin kita, sesungguhnya kita ikut menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat,” tambahnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN