Kegiatan pengangkatan pompa di Taman Makam Pahlawan karena kapasitas output sumur menurun akibat musim kemarau. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAM TS) mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan untuk mulai mengantisipasi potensi penurunan debit air. Langkah penghematan dan penampungan air secara bijak sangat krusial guna menjaga ketersediaan air bersih tetap stabil di berbagai wilayah.

​Direktur Utama Perumda Tirta Sanjiwani, I Wayan Suastika menjelaskan bahwa memasuki musim kemarau, debit air di seluruh sumber air baku berpotensi mengalami penurunan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino, kondisi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari kondisi normal.

Baca juga:  Ibunda Jaya Negara Berpulang, Karangan Bunga Megawati yang Pertama Datang

​”Fenomena El Nino dapat memengaruhi pola cuaca di Indonesia, yang menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih panjang. Kondisi ini berisiko mengurangi ketersediaan air serta memengaruhi kelancaran pelayanan air bagi pelanggan,” ujar Suastika.

​Sebagai langkah antisipasi, PAM TS mengimbau masyarakat untuk rutin menampung air secukupnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pelanggan diimbau memperkirakan waktu beban pemakaian air tinggi yang biasanya terjadi pada dua kurun waktu, yaitu pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 WITA dan sore hari pukul 17.00 hingga 20.00 WITA.

Suastika juga membagikan beberapa tips hemat air yang dapat diterapkan oleh masyarakat seperti mandi secukupnya dan pastikan keran ditutup saat sedang tidak digunakan, gunakan air sesuai kebutuhan rumah tangga, siram tanaman pada pagi atau sore hari seperlunya agar air tidak cepat menguap, dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan adanya indikasi kebocoran jaringan pipa.

Baca juga:  2020, Tidak Ada Indikasi El - Nino Kuat

​”Mari kita bersiap menghadapi musim kemarau ini dengan bersama-sama bijak menggunakan air agar ketersediaannya tetap terjaga. ​Bagi masyarakat yang mengalami kendala layanan atau menemukan kebocoran pipa, dapat menghubungi layanan pelanggan,” ujarnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN