IGN Eddy Mulya. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mencatat total bantuan penggalangan dana untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp700 juta. Angka tersebut datang dari sumbangan bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (korpri) Rp550 juta dan berupa sembako senilai Rp150 juta serta dihimpun dari 3 perumda di Denpasar.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat diwawancarai, Sabtu (29/8).  “Donasi dari Pemkot Denpasar bersama KORPRI terkumpul Rp550 juta. Kemudian ada bantuan sembako dari CSR tiga Perumda dengan nilai sekitar Rp150 juta. Jadi total bantuan yang akan dikirimkan mencapai Rp700 juta,” ujarnya.

Baca juga:  SMK PGRI 5 Denpasar Terima 736 Siswa Baru, Terbanyak Kedua Sejak 20 Tahun

Adapun 3 perumda yang memberi dukungan berupa sembako dari CSR yakni Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (PD Parkir), Perumda Air Minum Sewakadarma (PDAM), dan Perumda Pasar Sewakadarma (PD Pasar).

Eddy Mulya yang juga Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Denpasar mengatakan, bantuan yang telah terkumpul selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah terdampak bencana di NTT. Proses pengiriman bantuan difasilitasi oleh Danrem 163/Wira Satya dan Dandim 1611/Badung.

Baca juga:  Pemkot Rancang Keringanan Pajak Kura-kura Bali dengan Perda

Bantuan tersebut rencananya diberangkatkan dari Denpasar pada 31 Agustus 2026 menuju posko bencana di Kabupaten Manggarai, NTT. “Rencananya bantuan berangkat tanggal 31 Agustus dan diperkirakan sampai tanggal 3 September. Selanjutnya akan diserahkan oleh Wali Kota Denpasar pada 4 September 2026,” katanya.

Eddy Mulya menambahkan, bantuan yang dikirim tidak hanya berupa uang, tetapi juga sembako dan kebutuhan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Baca juga:  BMKG Catat Gempa Susulan di NTT Sudah Belasan Kali

Pengiriman bantuan melalui jalur koordinasi TNI tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan dari Pemkot Denpasar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan di lokasi bencana. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN