
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, mulai memasuki persaingan yang semakin menarik. Dua nama kini muncul sebagai bakal calon yang siap memperebutkan kepercayaan masyarakat dalam Pilkel Sobangan 2026.
Petahana I Ketut Tirtayasa resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Perbekel Sobangan, Kamis (27/8), menyusul Wayan Karmita yang telah lebih dahulu mendaftar pada Juli 2026. Tirtayasa datang ke Kantor Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, dengan diantar ratusan massa pendukung.
Dengan pendaftaran Tirtayasa, Pilkel Sobangan 2026 kini mempertemukan dua kandidat. Wayan Karmita menjadi calon yang lebih dahulu menyatakan kesiapan bertarung, sedangkan Tirtayasa maju kembali sebagai petahana.
Kehadiran dua kandidat tersebut membuat kontestasi Pilkel Sobangan diperkirakan berlangsung kompetitif. Masyarakat Desa Sobangan nantinya akan menentukan pilihan di antara dua figur yang sama-sama ingin memimpin desa tersebut.
Usai mendaftar, Tirtayasa menegaskan keputusannya kembali maju sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan program yang telah dijalankan selama periode pertama kepemimpinannya. “Pendaftaran ini merupakan komitmen saya untuk melanjutkan berbagai program pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang telah dirintis bersama warga Desa Sobangan,” ujarnya.
Menurut Tirtayasa, masih terdapat sejumlah program yang perlu dituntaskan. Pembangunan infrastruktur desa, penguatan tata kelola lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi sejumlah agenda yang ingin dilanjutkan. “Masih ada sejumlah program yang perlu kita selesaikan bersama demi kemajuan Desa Sobangan,” katanya.
Di tengah persaingan dua calon tersebut, Tirtayasa juga mengajak masyarakat menjaga persatuan. Ia berharap Pilkel Sobangan dapat menjadi pesta demokrasi yang berlangsung aman tanpa mengganggu hubungan kekeluargaan antarwarga. “Saya mengimbau seluruh masyarakat Desa Sobangan untuk menyambut Pilkel 2026 ini dengan aman, damai, dan kekeluargaan,” imbaunya. (Parwata/balipost)





