
DENPASAR, BALIPOST.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Bali mulai mematangkan persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang akan digelar pada 5 September 2026.
Musprov dijadwalkan berlangsung di Ruang Rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali dengan agenda utama memilih Ketua Umum FORKI Bali untuk masa bakti 2026-2030.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua Umum FORKI Bali, Sensei Aditya Putra Thama, mengatakan Musprov sejatinya dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Namun, padatnya agenda organisasi, termasuk Bali yang menjadi tuan rumah event Asian Karate Federation (AKF), membuat pelaksanaannya harus ditunda.
PB FORKI kemudian memberikan perpanjangan waktu hingga enam bulan atau paling lambat Oktober 2026. Setelah melalui koordinasi, pelaksanaan Musprov akhirnya ditetapkan pada 5 September 2026.
“Sesuai arahan bapak Ketua Umum, Musprov memang harus digelar sesegera mungkin, sehingga ditetapkanlah pelaksanaannya tanggal 5 September 2026,” ujar Aditya.
Menjelang Musprov, tahapan penjaringan bakal calon ketua umum juga telah ditetapkan. Penyerahan surat dukungan berlangsung pada 22-29 Agustus 2026. Setelah itu, TPP melakukan verifikasi berkas pada 30 Agustus, dilanjutkan perbaikan berkas pada 31 Agustus.
Selanjutnya, penetapan bakal calon, pengiriman undangan, serta konfirmasi kesediaan calon ketua umum dijadwalkan pada 2 September. Hasil seluruh tahapan tersebut akan dilaporkan TPP dalam Musprov pada 5 September.
“Sampai 29 Agustus nanti adalah waktu bagi para Pengkab/Pengkot atau perguruan untuk menyerahkan surat dukungan bagi bakal calon yang dinilai layak untuk memimpin FORKI Bali empat tahun mendatang,” jelasnya.
Hingga saat ini, tujuh pemilik suara telah menyerahkan surat dukungan. Mereka berasal dari tiga Pengkab/Pengkot, yakni Badung, Klungkung dan Karangasem, serta empat perguruan anggota FORKI Bali, yaitu KKI, Gojukai, Lemkari dan ASKI.
TPP selanjutnya akan memverifikasi seluruh dokumen dan surat dukungan tersebut untuk memastikan keabsahannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Aditya menjelaskan, Musprov FORKI Bali nantinya akan diikuti 16 voter atau pemegang hak suara. Jumlah tersebut terdiri atas sembilan Pengkab/Pengkot FORKI se-Bali dan tujuh perguruan anggota FORKI Bali.
“Voter atau pemegang hak suara di Musprov nanti itu ada 16 voter, terdiri dari 9 Pengkab/Pengkot FORKI se-Bali ditambah 7 perguruan anggota FORKI Bali, jadi totalnya 16 voter,” katanya.
Ia berharap seluruh voter dapat menggunakan hak suaranya secara bertanggung jawab dan memilih sosok yang memiliki integritas, komitmen, serta visi kuat untuk membawa FORKI Bali semakin maju.
Menurutnya, kepemimpinan baru nantinya memiliki tantangan besar dalam meningkatkan pembinaan sekaligus prestasi karate Bali, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap seluruh voter dapat menyalurkan hak suaranya dengan baik dan memilih Ketua Umum FORKI Bali yang memiliki integritas serta komitmen tinggi untuk memajukan organisasi demi peningkatan prestasi karate Bali di masa mendatang,” pungkas Aditya. (Suka Adnyana/balipost)



