Korban gempa NTT mendapatkan pelayanan kesehatan dari tenaga medis. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) dan bantuan logistik secara bertahap untuk membantu penanganan medis masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) EMT Type 1 Regional Bali.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Bali, Ni Made Parwati, mengatakan pihaknya memfasilitasi penyiapan dan mobilisasi tim medis serta rumah sakit daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

“Kami memfasilitasi penyiapan dan mobilisasi Tim Emergency Medical Team (EMT) serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna memperkuat pelayanan medis di wilayah yang terdampak bencana,” kata Parwati, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, pengiriman personel medis TCK EMT Type 1 Regional Bali telah dimulai sejak 16 Agustus 2026 menuju Kabupaten Sikka. Tim pertama terdiri atas satu dokter umum, dua perawat, satu apoteker, dan satu tenaga logistik.

Baca juga:  Dinkes Bali Sikapi Temuan Potongan Kaki Dugaan Limbah Medis

Sehari kemudian, pada 17 Agustus 2026, Dinkes Bali kembali mengirimkan dua tenaga logistik ke Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan.

Mobilisasi bantuan berlanjut pada 18 Agustus 2026. Tim EMT Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bali diberangkatkan menuju Kabupaten Nagekeo. Tim tersebut terdiri atas satu dokter umum, satu dokter spesialis anestesi, dan dua perawat.

Selain personel, Pusat Krisis Kesehatan Regional Bali juga memfasilitasi pengiriman bantuan logistik untuk mendukung penanganan awal korban bencana.

Bantuan yang dibawa tim pertama antara lain dua unit tenda rumah sakit lapangan berukuran 4×6 meter, lima unit emergency kit, lima unit oksigen konsentrat, 15.000 sarung tangan non-steril, 15.000 masker bedah medis, serta enam paket obat-obatan.

Sementara itu, tim logistik susulan turut membawa enam unit HT (handie talkie) untuk menunjang komunikasi darurat di lokasi bencana.

Baca juga:  Rumah di Padangsambian Klod Terbakar: Dua Orang Terluka, Tiga Motor Ludes

Parwati mengatakan, TCK EMT Regional Bali bersama Pusat Krisis Kesehatan langsung memberikan pelayanan medis di Pos Kesehatan Pulau Palue, Kabupaten Sikka, pada 17 Agustus 2026.

“Pada 17 Agustus 2026 tim melakukan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Pulau Palue dengan total jumlah pasien 51 orang,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan tersebut didukung obat-obatan, satu unit emergency kit, perlengkapan pelayanan, alat pelindung diri (APD), serta alat tulis kantor (ATK) yang dibawa dari Bali.

Berdasarkan laporan akumulatif situasi kesehatan di lokasi bencana, tercatat 46 orang meninggal dunia. Sementara korban luka ringan yang menjalani rawat jalan mencapai 50 orang dan korban luka berat yang membutuhkan perawatan inap sebanyak 104 orang.

Gempa juga berdampak terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tingkat rumah sakit, tercatat tiga unit mengalami rusak berat dan enam unit rusak ringan, sedangkan 12 unit lainnya dinyatakan tidak mengalami kerusakan.

Baca juga:  Warga Karangasem Kembali Ngungsi, Siswa Sebudi Bingung UAS

Adapun pada tingkat puskesmas, sebanyak 20 unit mengalami rusak berat, 37 unit rusak sedang, 11 unit rusak ringan, dan 116 unit dinyatakan tidak rusak.

Melihat kondisi di lapangan, Dinkes Bali bersama tim yang telah diberangkatkan terus melakukan pendataan terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di lokasi pengungsian. Kebutuhan yang ditemukan antara lain selimut, alas tidur, perangkat jaringan internet Starlink, air bersih, bahan bakar minyak (BBM) untuk genset dan kendaraan, kantong sampah, serta fasilitas jamban darurat.

“Untuk bantuan obat-obatan, oksigen konsentrat, tenda RS lapangan, masker, dan sarung tangan difasilitasi oleh Pusat Krisis Kesehatan Regional Bali,” tutur Parwati.

Dinkes Bali memastikan mobilisasi tenaga kesehatan dan dukungan logistik dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi di wilayah terdampak gempa NTT. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN