Kadisdikpora Denpasar Agung Wiratama (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait rencana pemerintah pusat untuk mengangkat guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu di tahun 2027, di Denpasar terdapat 52 orang guru yang berpotensi diangkat. Ke-52 guru tersebut ada jenjang pendidikan dari TK hingga SMP.

Kepala Disdikpora Denpasar, AA Gde Wiratama, Rabu (19/8), mengungkapkan, 52 orang guru PPPK paruh waktu tersebut terdiri dari guru TK sebanyak 1 orang, SD 44 orang, dan SMP sebanyak 7 orang. Menurutnya, perubahan status dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu akan memberikan motivasi lebih bagi guru tersebut.

Baca juga:  Sejumlah Bangunan di Pura Desa dan Pura Dalem Kutri Roboh

Wiratama pun mengaku akan sangat berterima kasih jika benar PPPK paruh waktu tersebut jadi penuh waktu. “Kami sangat berterima kasih kalau guru PPPK paruh waktu bisa diangkat jadi penuh waktu, tentu yang akan lebih berkinerja lagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkot Denpasar juga berencana untuk merekrut ratusan guru di tahun 2027 mendatang. Untuk mendukung rencana itu, Pemkot menyiapkan anggaran sebesar Rp12 miliar.

Sebelumnya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menyebutkan, total sebanyak 326 formasi CPNS guru yang akan diajukan di tahun 2027 mendatang. “Kami ada menetapkan untuk cadangan CPNS sebanyak 326 guru. Itu sekitar Rp12 miliar. Kita juga masukkan (di rencana anggaran),” katanya.

Baca juga:  Wacana Penghapusan Guru Honorer, Nasib Ratusan Pendidik di Bali Harus Dicarikan Solusi

Pengadaan CPNS tersebut dinilai olehnya mendesak untuk memenuhi kebutuhan guru di Denpasar. Apalagi saat ini banyak guru yang berstatus sebagai PNS telah memasuki masa pensiun.

Untuk diketahui, Kota Denpasar kekurangan ratusan guru dari jenjang TK hingga SMP terbanyak pada mata pelajaran bahasa Bali. Wiratama mengatakan, total kebutuhan guru mencapai 326 orang. Dari jumlah itu, formasi terbanyak berasal dari guru bahasa Bali sebanyak 91 orang.

Baca juga:  Gagal Lindungi Siswa dari COVID-19, Guru di Prancis Mogok Kerja

Lalu disusul guru agama Hindu 89 orang dan guru kelas untuk SD sebanyak 41 orang. Selain itu, ada juga guru penjasorkes 27 orang, guru agama Islam 15 orang, serta guru matematika 11 orang.

Sementara itu, sejumlah mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia membutuhkan 10 orang, bahasa Inggris 6 orang, bimbingan konseling 6 orang, serta TIK 8 orang. Adapun kebutuhan guru untuk IPA sebanyak 2 orang, IPS 7 orang, PPKn 7 orang, serta guru kelas untuk TK 2 orang. Untuk guru agama Katolik dan Kristen masing-masing 1 dan 3 orang. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN