
SINGARAJA, BALIPOST.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng berlangsung dengan cara berbeda. Bendera Merah Putih dikibarkan di bawah laut kawasan Pantai Kalibukbuk, Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (17/8).
Pengibaran bendera di bawah permukaan laut tersebut dilakukan Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bersama Yayasan Banyu Milir. Kapolres Buleleng bahkan turun langsung menyelam dalam kegiatan yang sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata bahari Kalibukbuk.
Ruzi mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Banyu Milir Foundation yang bergerak di bidang bahari, konservasi, dan olahraga bahari. Kerja sama tersebut sebelumnya telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti pembersihan pantai serta pembinaan dan peningkatan kemampuan masyarakat nelayan. “Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, kami melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut. Ini pertama kali kami lakukan,” ujarnya.
Menurut Ruzi, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan. Pengibaran Merah Putih di bawah laut juga diharapkan menjadi sarana promosi potensi bawah laut Kalibukbuk yang dinilai memiliki daya tarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.
“Di samping mempererat rasa persatuan dan kesatuan, juga mempromosikan kawasan bawah laut di Kalibukbuk. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana promosi yang baik untuk meningkatkan pariwisata di Kalibukbuk secara khusus maupun Buleleng secara umum,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 8 hingga 9 meter. Kedalaman itu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan laut saat pelaksanaan. Sebelumnya, pada saat latihan, tim sempat menyelam hingga kedalaman 10-12 meter.
Ruzi mengatakan kondisi alam menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam kegiatan penyelaman. Saat pelaksanaan, angin di kawasan tersebut cukup kencang sehingga kedalaman penyelaman disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Meski demikian, ia melihat kondisi bawah laut Kalibukbuk cukup menjanjikan. Saat menyelam, ia menemukan sejumlah biota laut, di antaranya penyu, anemon laut, rumput laut dan ikan. Kondisi terumbu karang juga dinilai sudah cukup baik. “Konservasi terumbu karangnya sudah bagus, ikan sudah banyak. Waktu saya menyelam, penyu sudah ada, anemon lautnya sudah ada, rumput lautnya juga,” ungkapnya.
Dari sisi kebersihan, kondisi bawah laut juga relatif terjaga. Ruzi mengatakan sampah hampir tidak ditemukan saat dirinya menyelam di kawasan tengah laut. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kegiatan yang dilakukan Banyu Milir Foundation dan kelompok sadar wisata dalam menjaga kebersihan serta melakukan konservasi terumbu karang. “Kalau di dalam, bisa saya bilang bagus. Sampah hampir tidak ada,” ujarnya.
Menurut Ruzi, potensi bawah laut Kalibukbuk perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan. Terlebih, kawasan tersebut memiliki posisi yang relatif dekat dengan Singaraja sehingga dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Potensinya besar sekali. Wisatawan bisa menginap di Singaraja, mainnya ke Kalibukbuk. Biasanya kalau ke Pemuteran lumayan makan waktu. Nah, ini ada yang dekat dan harusnya bisa berkembang lebih bagus,” katanya. (Yudha/balipost)










