Kendaraan tangki berkapasitas 5000 liter yang disiapkan sebagai antisipasi musim kemarau. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau, debit sumber mata air Mekori di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, tentunya mendapat perhatian khusus dari Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) Tabanan. Pasalnya, sumber mata air yang melayani kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Belimbing dan Desa Antosari tersebut termasuk wilayah yang berpotensi mengalami penurunan debit saat musim kemarau.

Kasubag Humas Perumda TAB Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran pelayanan air bersih tetap terjaga kepada pelanggan di wilayah tersebut. Namun tak menutup kemungkinan jika nantinya dibutuhkan untuk ketersediaan air bersih secara darurat, juga tersedia satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Baca juga:  Kemarau Landa Banyuwangi, Lereng Ijen Kebakaran

“Persiapan menghadapi kemarau sudah kami lakukan. Kami juga siapkan satu tangki dengan kapasitas 5.000 liter sebagai langkah pengamanan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pelayanan, namun selama ini ketersediaan air bersih pada pelanggan masih bisa teratasi dengan baik,”ujarnya, Kamis (13/8).

Menurut Wahyu, penyiapan armada tangki bukan semata-mata karena adanya permintaan masyarakat. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan ketika terjadi gangguan pada sumber air, proses normalisasi terkadang membutuhkan waktu cukup lama. Karena itu, pelayanan melalui mobil tangki disiapkan sebagai langkah mitigasi agar kebutuhan air pelanggan tetap dapat dipenuhi.

Baca juga:  Labfor Tidak Menemukan Zat Kimia, Air Aman Dikonsumsi

Ia menyebut sumber mata air Mekori yang memiliki cakupan pelayanan kurang lebih dua desa, yakni Belimbing dan Antosari, pada kondisi kemarau, sumber tersebut berpotensi mengalami penurunan debit sehingga perlu terus dipantau.

Selain menyiapkan armada tangki, Perumda TAB juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi gangguan pelayanan. Pelanggan juga diminta segera menyampaikan laporan apabila menemukan kebocoran jaringan air maupun gangguan lainnya melalui kanal layanan pengaduan resmi Perumda TAB.

Baca juga:  Kemarau, Warga Belok Keluarkan Biaya Ekstra untuk Beli Air

“Kalau menemukan kebocoran atau gangguan pelayanan, kami mohon segera diinformasikan melalui nomor layanan pengaduan resmi agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Wahyu menegaskan, langkah mitigasi tersebut tidak hanya dilakukan ketika musim kemarau. Upaya menjaga ketersediaan sumber air dan kualitas pelayanan menjadi komitmen Perumda TAB agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Dimana jumlah pelanggan sampai saat ini sebanyak 71.896 SR. “Masyarakat juga kami himbau untuk tetap menampung air untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan pelayanan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN