Suasana pertandingan Persib Bandung lawan Persija Jakarta pada Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8). (BP/suk)

GIANYAR, BALIPOST.com – Geliat sepak bola di Pulau Dewata kembali memanas. Belum lama setelah Piala Presiden 2026 berakhir, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kembali menjadi panggung pertarungan tiga klub dari dua negara dalam Dewata Challenge 2026.

Turnamen pramusim ini mempertemukan dua klub Indonesia, Bali United FC dan Persib Bandung, dengan wakil Malaysia, Sabah FC. Ketiganya akan bersaing dalam format tiga pertandingan untuk menjadi yang terbaik sekaligus mengangkat trofi Dewata Challenge 2026.

Kehadiran Sabah FC memberikan warna tersendiri bagi turnamen yang berlangsung di Bali tersebut. Jika Bali United dan Persib sudah sangat akrab dengan atmosfer persaingan sepak bola Indonesia, Sabah FC datang membawa misi menguji kekuatan menghadapi dua klub papan atas Tanah Air.

Bagi ketiga tim, Dewata Challenge bukan sekadar perebutan trofi. Turnamen ini menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Baca juga:  STY Sayangkan Laga Semifinal Piala Presiden Tanpa Penonton

Bali United memiliki keuntungan karena tampil di kandang sendiri. Dukungan suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta diharapkan menjadi energi tambahan bagi Serdadu Tridatu untuk meraih hasil maksimal.

Sementara Persib Bandung datang dengan motivasi besar setelah gagal mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Maung Bandung tentu ingin memanfaatkan turnamen di Bali untuk kembali mematangkan komposisi tim sekaligus mengukur kesiapan sebelum menghadapi musim baru yang panjang dan padat.

Di sisi lain, Sabah FC menjadi penantang yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Klub Malaysia tersebut berpeluang memberikan kejutan sekaligus mendapatkan pengalaman berharga dengan menghadapi dua kekuatan sepak bola Indonesia.

Dengan hanya tiga peserta, setiap pertandingan Dewata Challenge 2026 menjadi sangat penting. Tidak ada ruang untuk kehilangan banyak poin karena setiap hasil akan menentukan peluang masing-masing klub menjadi juara.

Pertandingan pertama akan mempertemukan Bali United dengan Sabah FC pada Kamis (13/8) pukul 19.00 WIB. Dua hari berselang, Sabah FC kembali turun bertanding menghadapi Persib Bandung pada Sabtu (15/8) pukul 19.00 WIB.

Baca juga:  Jamu Persiba, BU Maksimalkan Peluang Cetak Gol

Partai terakhir sekaligus duel yang paling ditunggu akan mempertemukan Bali United kontra Persib Bandung pada Selasa (18/8) pukul 19.00 WIB.

Jadwal Dewata Challenge 2026:

  • Kamis, 13 Agustus 2026 – 19.00 WIB
    Bali United FC vs Sabah FC
  • Sabtu, 15 Agustus 2026 – 19.00 WIB
    Persib Bandung vs Sabah FC
  • Selasa, 18 Agustus 2026 – 19.00 WIB
    Bali United FC vs Persib Bandung

Seluruh pertandingan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Duel Bali United kontra Persib menjadi salah satu magnet utama turnamen. Kedua klub sudah sering bertemu dalam persaingan sepak bola nasional dan sama-sama memiliki basis suporter besar. Pertemuan keduanya di Bali dipastikan kembali menghadirkan atmosfer pertandingan yang menarik.

Baca juga:  Bali United Tumbang di Kandang Persik Kediri

Namun, Sabah FC juga memiliki kesempatan untuk mencuri perhatian. Dua pertandingan menghadapi Bali United dan Persib menjadi ujian sekaligus kesempatan bagi klub asal Malaysia itu untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan publik sepak bola Indonesia.

Seluruh pertandingan Dewata Challenge 2026 akan disiarkan langsung dan eksklusif melalui Indosiar dan Vidio, sehingga persaingan tiga klub tersebut dapat disaksikan langsung oleh pecinta sepak bola di Tanah Air.

Dengan format singkat dan setiap tim hanya menjalani dua pertandingan, persaingan dipastikan berlangsung ketat sejak laga pertama. Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC sama-sama memiliki peluang mengukir prestasi sekaligus membawa pulang trofi dari Pulau Dewata.

Dewata Challenge 2026 pun menjadi panggung berikutnya bagi sepak bola Bali untuk kembali menyedot perhatian, sekaligus menjadi pemanasan menarik sebelum kompetisi musim 2026/2027 benar-benar bergulir. (Suka Adnyana/balipost)²

BAGIKAN