Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (BP/Antara)

KUPANG, BALIPOST.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan mengalami empat kali erupsi pada Sabtu (8/8) sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WITA. Erupsi terakhir menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di puncak gunung.

Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra dikutip dari Kantor Berita Antara mengatakan erupsi terakhir terjadi pada Sabtu (8/8) pukul 17.14 WITA.

“Erupsi menghasilkan kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut,” katanya.

Baca juga:  Erupsi Lagi, Lava Pijar dari Gunung Agung Sejauh 3 Kilometer

Ia menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya serta barat.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi sekitar satu menit 29 detik.

Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level III (Siaga). Karena itu Bramantya mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Baca juga:  Ratusan Prajurit Kodam Dikerahkan ke Lewotobi

Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi atau isu yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Warga yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

Baca juga:  Masyarakat Diimbau Tetap Waspadai Erupsi Gunung Semeru

Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di Bandung.

PVMBG akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat untuk menyampaikan informasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. (kmb/balipost)

BAGIKAN