Dua orang nelayan menyiapkan jala untuk menangkap ikan di sekitar Pelabuhan Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Harga ikan, terutama jenis pindang, cukup tinggi di pasaran. Kondisi ini dikarenakan adanya kendala nelayan untuk melaut beberapa bulan terakhir akibat angin kencang.

Berdasarkan pantauan di pasaran, harga pindang saat ini mencapai Rp8.000 hingga Rp12.000 per ekor tergantung ukuran. Sebelumnya harga pindang berkisar Rp7.000 hingga Rp10.000 per ekor. Kenaikan ini berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar A.A. Ngurah Oka Wiranata saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8) mengatakan, tingginya harga ikan terutama pindang di pasaran dikarenakan kendala nelayan melaut. Angin kencang dikatakannya menjadi kendala utama nelayan tidak optimal dalam melaut. “Terutama memasuki Bulan Juli angin kencang menjadi kendala nelayan untuk melaut,”

Baca juga:  Bertemu Kapolres Jembrana, Nelayan Medewi Keluhkan Soal Ini

Berdasarkan data, hasil tangkapan ikan tongkol sebagai bahan pindang, di Denpasar dari bulan ke bulan yakni, Januari 4.800 ton, Februari 5.230 ton, Maret 5.000 ton, April 4.987 ton, Mei 4.906 ton dan Juni 5.082 ton. Sementara itu pada Juli tercatat 5.067 ton.

Meski rata-rata hasil tangkapan pada bulan ke bulan tidak berfluktuatif tinggi, namun pasokan dari luar Denpasar yang tidak optimal turut mempengaruhi harga di pasaran. Selain itu kata Oka Wiranata, sulitnya aktivitas melaut sehingga membuat hasil tangkapan dihargai tinggi oleh nelayan. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Tengkorak dan Tulang Belulang Ditemukan di Hutan Cekik
BAGIKAN