
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai merealisasikan penataan Jalan Diponegoro sebagai kawasan sentra kuliner dan food truck. Proyek penataan kawasan pusat perdagangan Kota Singaraja yang dikontrak senilai Rp 4,74 miliar itu ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan atau pertengahan Desember 2026.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Kamis (6/8), mengatakan, proses tender telah rampung dan penyedia jasa telah ditetapkan. Proyek dengan pagu anggaran Rp 5 miliar itu dimenangkan CV Cadudasa Pratana dengan nilai kontrak Rp 4,74 miliar.
“Rencananya bulan ini sudah mulai dikerjakan sekitar empat bulan. Diperkirakan pertengahan Desember sudah selesai semuanya,” ujarnya.
Penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada pembangunan jalur pedestrian hingga simpang Jalan Sawo. Pemkab juga akan membenahi saluran limbah dari Pasar Anyar yang selama ini menimbulkan kesan kumuh dan bau akibat pembuangan limbah pasar.
“Saluran limbah yang sekarang terkesan kumuh dan berbau akan kita bersihkan. Limbah dari pasar akan disalurkan dengan baik sehingga tidak lagi menimbulkan bau di lingkungan sekitar,” kata Sutjidra.
Setelah penataan rampung, Jalan Diponegoro akan difungsikan sebagai sentra kuliner yang beroperasi mulai pukul 17.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita. Kawasan tersebut akan dilengkapi ornamen, lampu jalan, serta fasilitas pendukung berupa jaringan air bersih dan listrik bagi para pelaku usaha.
Seluruh pedagang kuliner yang selama ini berjualan di gang-gang sekitar Jalan Sawo akan dipusatkan di Jalan Diponegoro. Komunitas food truck juga akan diberi ruang berjualan sehingga kawasan tersebut menjadi pusat kuliner malam yang lebih tertata.
“Food truck dan pedagang kuliner akan kita tempatkan di sana. Jadi tidak ada lagi yang berjualan di jalan-jalan kecil. Kawasan akan lebih tertata, lebih aman, dan lebih nyaman,” ujarnya.
Untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat, Pemkab akan mengkurasi jenis kuliner yang dijual sehingga tidak didominasi menu yang sama.
“Nanti dikurasi supaya tidak semua jualan yang sama. Ada bakso, sosis, rebusan, dan kuliner lainnya. Jadi masyarakat punya banyak pilihan,” katanya.
Selain melakukan penataan kawasan, Pemkab juga mengajak pemilik toko di sepanjang Jalan Diponegoro ikut mempercantik bangunan dengan membersihkan dan mengecat ulang bagian depan toko.
“Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan wajah baru kawasan pusat perdagangan Kota Singaraja yang lebih bersih, rapi, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegasnya. (Yudha/balipost)










