Merah Putih sepanjang 100 meter membentang di tengah Parade Singasana Merah Putih di Kabupaten Tabanan, Selasa (4/8).(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Merah Putih sepanjang 100 meter membentang di tengah Parade Singasana Merah Putih di Kabupaten Tabanan, Selasa (4/8). Bendera besar itu dibentangkan oleh anggota Pramuka SMP dari depan Taman Perjuangan Singasana, menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian pembukaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pembentangan bendera tersebut menyedot perhatian masyarakat yang menyaksikan jalannya parade. Puluhan anggota Pramuka bergerak bersama membawa dan membentangkan Sang Saka Merah Putih, menyusuri ruas jalan sebagai simbol penghormatan terhadap bendera kebangsaan sekaligus ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengatakan, pembentangan Merah Putih sepanjang 100 meter tidak dimaksudkan memiliki filosofi khusus. Namun, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih yang merupakan lambang negara.

Baca juga:  Dianggap Tak Disiplin, Anggota Satpol PP Klungkung Kena Sanksi Turun Pangkat

“Secara spesifik tidak ada filosofi. Ini bagaimana kita menghormati Sang Saka Merah Putih, bendera yang sangat kita sucikan sebagai lambang negara kita,” ujarnya.

Menurut Sanjaya, pembentangan bendera tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia yang kini memasuki usia ke-81 tahun diperoleh melalui perjuangan para pahlawan.

Karena itu, peringatan kemerdekaan semestinya diisi dengan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pejuang bangsa. “Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 100 meter sebagai pengingat bahwa negara kita di hari kemerdekaan ke-81 ini dimerdekakan oleh para pejuang. Ini sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih,” katanya.

Baca juga:  Dari Desa Adat Mengwi Memanas hingga Grand Hyatt Bali Hadirkan Paket Spesial

Parade Singasana Merah Putih tidak hanya menampilkan bendera raksasa tersebut. Semangat kebangsaan juga dikemas melalui pementasan budaya dalam balutan Harmoni Nusantara Jayaning Singasana. Sejumlah kesenian ditampilkan, mulai dari Reog Ponorogo, Gandrung, Barong Sai hingga Barong Bangkung. Komunitas sepeda ontel turut memeriahkan parade.

Sanjaya mengatakan, kehadiran berbagai budaya Nusantara tersebut menjadi pesan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Perbedaan budaya dan suku, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan. “Bagaimana negara besar harus saling menghormati budaya, suku dan persatuan,” tegasnya.

Baca juga:  Diduga HP Meledak Saat Di-charge, Rumah Terbakar

Ia berharap semangat yang ditunjukkan melalui Parade Singasana Merah Putih tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Tabanan. Sanjaya juga berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bersama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Semangat tersebut dinilai sejalan dengan visi Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN